Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Hati-hati! Tombol ‘Dislike’ Facebook Palsu

6624ee75be6d47d98be1bf048c59d2bd_169

Rifan Financindo Berjangka – Ada kabar gembira bagi yang sudah lama menginginkan tombol ‘dislike’ di Facebook. CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan akan segera menghadirkannya. Sayangnya, pelaku kejahatan cyber kemudian memanfaatkan situasi ini.

Beberapa hari setelah pengumuman itu disampaikan, scammer merancang serangan phising berkedok preview tombol ‘dislike’. Mereka menyebar link yang menjanjikan akses eksklusif untuk mencoba tombol ‘dislike’ sebelum dirilis secara resmi.

“Get newly introduced Facebook dislike button on your profile”. Demikian rayuan scammer untuk menjaring korban. Untuk lebih meyakinkan korban, scammer bahkan mengatakan fitur ini terbatas dan hanya diperuntukkan bagi pengguna yang diundang.

Tombol ‘dislike’ saat ini memang masih dalam pengujian tertutup. Facebook biasanya memilih sejumlah pengguna secara terbatas untuk menjajal dan memberikan masukan. Jadi wajar jika pengguna awam tertipu dengan link palsu yang dibuat scammer.

Apalagi, seperti dilansir IB Times, Selasa (22/9/2015), link yang dibuat tampak seperti berasal dari sumber resmi. Scammer akan membuat pengguna membagi link tersebut di halaman Facebook mereka sehingga akan menjaring lebih banyak korban.

Ketika sudah tersebar di Facebook, scam ini akan meminta korban mengisi survei yang bertujuan memgumpulkan informasi personal. Ujung-ujungnya, scammer akan menginstal malware atau software jahat ke komputer korban.

“Dalam beberapa kasus, ada yang menggiring ke langganan layanan premium mobile sampai mendownload malware yang merusak komputer Anda,” kata ahli keamanan komputer Graham Cluley.

Untuk menghindarinya, Cluley berpesan agar pengguna lebih waspada dengan link mencurigakan dan tidak terburu-buru ingin menjajal fitur baru. “Tunggu hingga Facebook merilis fitur baru tersebut secara resmi, itu lebih baik,” sarannya.

(rns/ash)