Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

HARY TANOE TENTANG KASUS SMS ANCAMAN BERLANJUT | RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – SEMARANG, Hary Tanoesoedibjo sedianya akan diperiksa sebagai tersangka di Bareskrim Polri untuk pertama kali hari ini. Namun, Hary Tanoe ada keperluan mendadak dan minta pemeriksaannya ditangguhkan. 

Salah satu pengacara Hary Tanoe, Adi Dharma Wicaksono, mengatakan kliennya minta jadwal pemeriksaan diganti jadi tanggal 11 Juli. Hal tersebut lantaran ada urusan yang tak bisa ditinggal.

“Sepanjang sepengetahuan kami, sepertinya tidak. Kemungkinan akan reschedule ke tanggal 11. Ada keperluan mendadak yang beliau tidak bisa hadir,” kata Adi saat dihubungi detikcom, Selasa (4/7/2017).

Hary Tanoe disangkakan melanggar Undang-undang ITE karena diduga mengirim pesan ancaman kepada jaksa Yulianto. Seminggu setelah menetapkan Hary Tanoe sebagai tersangka, kepolisian mengirimkan surat permohonan pencegahan Hary Tanoe ke luar negeri. Surat tersebut diterima Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham pada 22 Juni 2017.
Adi mengaku belum tahu keperluan apa yang dimaksud. Hanya saja ia memastikan Hary Tanoe masih berkegiatan di Jakarta.

“Ada kepentingan apa, itu hanya beliau yang tahu. Kami sudah komunikasi dan melakukan rapat, tiba-tiba ada keperluan yang beliau tidak bisa tinggalkan,” ujar Adi.

“Nggak mungkin ke luar negeri. Nggak ada ke luar kota, ke luar negeri, kan beliau dicekal,” lanjutnya.

Surat permintaan penundaan tersebut rencananya akan disampaikan oleh pengacara Hary Tanoe lainnya, Hotman Paris. “Hotman Paris yang nanti akan menyampaikan surat itu, kemungkinan, harusnya hari ini,” ungkap Adi.

Hary Tanoesoedibjo dijadwalkan menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka pagi ini, Selasa (4/7) di Direktorat Siber Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat. Dia disangkakan melanggar Undang-undang ITE karena diduga mengirim pesan ancaman kepada jaksa Yulianto.

Direktur Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengatakan penyidiknya menjadwalkan agenda pemeriksaan Hary Tanoe pukul 09.00 WIB.

“Panggilan untuk besok jam 09.00 WIB,” kata Fadil.
Namun hingga kemarin malam, Fadil mengaku penyidik belum menerima kabar terkait akan hadir atau tidaknya Hary Tanoe untuk menggenapi panggilan pertama penyidik.

“Belum ada (konfirmasi kehadiran),” ujar mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya itu.

Hary Tanoe ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Juni lalu. Penetapan tersangka Hary Tanoe didasari hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri pada 14 Juni 2017.

Sebelumnya Fadil mengungkapkan beberapa alat bukti yang dikantongi kepolisian untuk menaikkan status Hary Tanoe dari saksi terlapor menjadi tersangka. Alat bukti antara lain keterangan saksi, keterangan ahli, surat dan petunjuk.

Seminggu setelah menetapkan Hary Tanoe sebagai tersangka, kepolisian mengirimkan surat permohonan pencegahan Hary Tanoe ke luar negeri. Surat tersebut diterima Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham pada 22 Juni 2017.