Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak WTI Amerika Turun Tajam, Kontrak Oktober Jatuh Tempo

1450467shutterstock-92642941780x390

Rifan Financindo Berjangka – Pada akhir perdagangan Rabu dini hari harga minyak mentah kembali mengalami penurunan tajam melanjutkan penurunan yang terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya (23/9). Harga komoditas ini terpukul mundur akibat anjloknya bursa saham Wall Street. Para investor mengembangkan sikap ragu-ragu jelang jatuh tempo kontrak berjangka Oktober.

Bursa saham Wall Street ditutup dengan membukukan penurunan ke posisi paling rendah dalam dua minggu. Para investor mencoba menebak kapan Fed akan mulai menaikkan suku bunga acuan.

Harga minyak mentah untuk kontrak Oktober yang jatuh tempo pada penutupan perdagangan dini hari tadi mengalami penurunan 85 sen atau setara 1,8 persen di posisi 45,83 dollar per barel.

Dollar AS mengalami peningkatan hingga mencapai posisi paling tinggi dalam nyaris 2 minggu belakangan. Kenaikan nilai tukar mata uang ini juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan anjloknya harga minyak mentah.

Meskipun demikian penurunan di pasar minyak mentah ditahan oleh hasil survey Reuters yang menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah di Amerika Serikat telah mengalami penurunan nyaris satu juta barel pekan lalu. Pada minggu sebelumnya pasokan minyak mentah mengalami penurunan sebesar 2,1 juta barel.

Pagi ini harga minyak mentah WTI di sesi Asia terpantau menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Harga saat ini diperdagangkan di posisi 46,56 dollar per barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia berpotensi untuk mengalami peningkatan lanjutan meskipun akan terbatas oleh mixed sentimen. Pola konsolidasi masih menjadi sentimen dominan pada sesi perdagangan hari ini.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level 48,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 50,00 dollar. Jika terjadi pergerakan yang justru berbalik melemah harga akan menemui support pada posisi 44,00 dollar dan 42,00 dollar.