Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Tersandung Data Persediaan Produk Olahan

oill-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak?turun pada perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta) setelah data menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah menyusut pada pekan lalu namun persediaan produk olahan meningkat.


Mengutip Wall Street Journal, Kamis (25/6/2015), harga minyak mentah jenis Light Sweet untuk pengiriman Agustus turun 74 sen atau sekitar 1,2 persen menjadi US$ 60,27 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan harga minyak Brent yang menjadi patokan harga dunia mengalami penurunan 96 sen atau 1,5 persen menjadi US$ 63,49 per barel di ICE Futures Europe.

Harga minyak?di Amerika Serikat (AS) sebenarnya telah menguat 13 persen sepanjang tahun ini karena adanya harapan bahwa banjir pasokan minyak di dunia akan segera surut.

Departemen Energi AS mengungkapkan bahwa pasokan minyak mentah komersial di negara tersebut turun 4,9 juta barel pada pekan yang berakhir pada 19 Juni 2015 kemarin. hal tersebut cukup menarik karena pada April 2015 lalu pasokan minyak mentah di AS sempat mencetat rekor tertinggi.

Angka penurunan pasokan minyak mentah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan perkiraan para analis yang disurvei oleh Wall Street Journal. Dalam survei tersebut, analis memperkirakan bahwa rata-rata penurunan pasokan ada di angka 2,3 juta barel.

“Penurunan yang cukup besar tersebut merupakan data yang menarik dan tidak terduga,” jelas Direktur iiTrader, Chicago, AS, Oliver Sloup. Menurutnya, penurunan tersebut artinya kilang-kilang pengolahan yang ada djalankan dengan kecepatan yang tinggi untuk mendorong produksi bensin dan prosuk olahan lainnya.

Produksi kilang memang naik ke level 94 persen dari kapasitas yang ada pada minggu lalu. Lebih tinggi jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya yang ada di level 93,1 persen.

Namun meskipun persediaan minyak mentah mengalami penurunan, stok minyak olahan mengalami peningkatan. Sebagian besar analis memperkirakan bahwa stok minyak olahan tersebut masih dalam perjalanan menuju stasiun pengisian bahan bakar sehingga belum ada data yang menunjukkan pengurangan.

Namun pelaku pasar lain memperkirakan bahwa terjadi kelebihan produksi sehingga stok minyak olahan tidak terserap secara tinggi. Pasokan bensin tiba-tiba naik 700 ribu barel dalam satu minggu terakhir. (Gdn/Ndw)