Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Senin Pagi Sedikit Terangkat Dari Tekanan Goldman Sachs

2227149

Rifan Financindo Berjangka – Pada akhir perdagangannya Sabtu dini hari lalu harga minyak mentah harus mengalami penurunan lanjutan (14/9). Harga minyak mentah WTI terpangkas setelah Goldman Sachs menurunkan proyeksi harga emas hingga tahun depan. Bursa saham global diperdagangkan mixed di tengah kekhawatiran mengenai masih suramnya outlook ekonomi. Pasar juga belum menemukan arahan karena masih menantikan hasil rapat Fed pekan depan.

Data Jumat malam menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan pengeboran minyak mentah di AS kembali menurunkan jumlah operasinya untuk dua minggu berturut-turut. Turunnya harga jual minyak mentah global kemungkinan mengakibatkan perusahaan-perusahaan tersebut memutuskan untuk menurunkan tingkat produksinya karena dinilai kurang menguntungkan.

Pekan lalu jumlah unit operasi pengeboran yang ditutup berjumlah 10. Saat ini jumlah unit yang masih beroperasi tinggal 652 menurut penghitungan perusahaan jasa perminyakan Baker Hughes. Jumlah unit pengeboran ini jauh di bawah jumlah unit pengeboran pada periode yang sama tahun lalu.

Pada akhir perdagangan Sabtu dini hari harga minyak mentah WTI berjangka untuk kontrak Oktober ditutup dengan membukukan pelemahan signifikan yaitu sebesar 1,29 dollar atau setara dengan 2,81 persen ke posisi 44,63 dollar per barel.

Sementara itu harga kontrak Oktober untuk Brent terpantau mengalami penurunan sebesar 75 sen dan ditutup pada posisi 48,14 dollar per barel.

Untuk perdagangan sesi Asia pagi ini, harga minyak dibuka lebih tinggi sedikit dari penutupan akhir pekan lalu di posisi 44,82 dollar per barel dan hingga berita ini dinaikkan harga bergerak naik dengan volume yang tipis.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia berpotensi untuk melanjutkan pergerakan melemahnya. Secara umum sentimen negatif masih sangat kuat terjadi di pasar komoditas energi ini.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level 46,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 48,00 dollar. Jika terjadi pergerakan yang makin melemah harga akan menemui support pada posisi 43,00 dollar dan 41,00 dollar.