Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Mentah WTI Senin Pagi Bergerak Retreat

oil-pixabay-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Pada akhir perdagangan pekan lalu harga minyak mentah mengalami kenaikan yang luar biasa tajam (1/6). Mengakhiri perdagangan di bulan Juni harga komoditas sumber energi ditutup naik setelah operasi pengeboran di Amerika Serikat kembali ditutup sebanyak 13 unit. Penurunan operasi tersebut merupakan yang terbesar dalam empat minggu belakangan.

Operasi pengeboran di Amerika Serikat selama 25 minggu berturut-turut telah mengalami penurunan. Saat ini jumlah stasiun pengeboran yang beroperasi di negara tersebut tinggi 646, terendah sejak bulan Agustus tahun 2010 lalu.

Akan tetapi di basin Eagle Ford Texas Selatan, lapangan pengeboran shale terbesar kedua di Amerika Serikat, terjadi kenaikan 1 unit pengeboran. Di lapangan ini aktivitas pengeboran justru meningkat selama 3 minggu belakangan. Saat ini jumlah unit pengeboran di lapangan tersebut mencapai 90.

Pekan lalu produksi minyak mentah Amerika Serikat mengalami kenaikan mantap sebesar 9,6 juta barel perhari. Angka peroduksi ini naik dibandingkan 9,3 bph yang dicapai pada perdagangan pekan sebelumnya. Angka produksi ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 1970.

Di akhir perdagangan Sabtu dini hari lalu harga minyak mentah jenis WTI berjangka untuk kontrak bulan Juli terpantau ditutup naik sebesar 2,62 dollar atau setara dengan 4,54 persen. Harga komoditas tersebut ditutup pada posisi 60,30 dollar per barel.

Harga minyak mentah Brent juga tampak mengalami peningkatan yang mantap di akhir perdagangan pekan lalu. Harga minyak mentah Brent berakhir naik 3 dollar atau 4,8 persen menjadi 65,53 dollar per barel.

Pada perdagangan Senin pagi harga minyak mentah terpantau mengalami pergerakan yang cenderung melemah. Harga komoditas ini terpukul mundur ke level 59,93 dollar per barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia akan cenderung mengalami penurunan. Para pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung setelah pekan lalu harga naik ke level paling tinggi dalam satu minggu.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami level resistance di 60,50 dollar. Resistance selanjutnya ada di 62,00 dollar. Jika terjadi pergerakan melemah support akan ditemui pada posisi 58,00 dollar dan 56,00 dollar.