Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Mentah WTI Melambung Tinggi Lebih dari 4%

A pump jack is seen at sunrise near Bakersfield

Rifan Financindo Berjangka – Pada akhir perdagangan Selasa dini hari tadi harga minyak mentah berhasil bangkit menguat dengan signifikan (22/9). Kenaikan harga minyak mentah tersebut terjadi didukung oleh kenaikan harga bensin dan kekhawatiran bahwa produksi minyak mentah di Amerika Serikat akan mengalami perlambatan karena operasi pengeboran banyak berkurang pekan lalu.

Di perdagangan Senin malam harga bensin berjangka di Nymex mengalami kenaikan tajam lebih dari 3 persen. Dilaporkan terjadi kebakaran di salah satu unit milik Husky Energy yang memproduksi 155 ribu barel per hari di Lima, Ohio.

Pekan lalu dilaporkan bahwa terjadi penurunan operasi pengeboran minyak mentah di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai outlook permintaan energi. Bank sentral AS memperingatkan kondisi ekonomi global yang masih jauh dari sehat. Para produsen utama minyak mentah global juga diperkirakan masih akan berproduksi di level tertinggi. Jumlah operasi pengeboran berkurang 8 unit pekan lalu. Jumlah operasi pengeboran tinggal 644. Selama 3 pekan jumlah unit operasi pengeboran yang ditutup mencapai total 31 unit.

Pada akhir perdagangan pekan lalu harga minyak mentah WTI untuk kontrak Oktober terpantau ditutup pada posisi 46,68 dollar per barel. Harga komoditas tersebut membukukan peningkatan tajam sebesar 4,48 persen atau setara dengan 2 dollar.

Harga minyak mentah berjangka Brent juga tampak mengalami penutupan di zona hijau. Harga komoditas ini meningkat signifikan sebesar 1,36 dollar atau setara dengan 2,87 persen dan ditutup pada posisi 48,82 dollar per barel.

Pagi ini harga minyak mentah WTI di sesi Asia terpantau masih bergerak terbatas. Harga mengalami penurunan sedikit dibandingkan level penutupan perdagangan dini hari tadi. Saat ini harga berada di posisi 46,29 dollar per barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia berpotensi untuk mengalami pergerakan yang sedang konsolidasi. Pergerakan yang sideways sejak awal bulan September lalu masih bertahan hingga akhir perdagangan dini hari tadi.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level 48,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 50,00 dollar. Jika terjadi pergerakan yang justru berbalik melemah harga akan menemui support pada posisi 44,00 dollar dan 42,00 dollar.