Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Mentah Rebound Karena Kekuatiran Gangguan Pasokan Global

1039074ThinkstockPhotos-517042851780x390

Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak pada penutupan perdagangan Selasa dinihari (17/11) berbalik rebound dipicu kekuatiran serangan teroris di Paris dapat mengganggu pasokan minyak global.

Harga minyak berjangka WTI untuk kontrak bulan Desember ditutup naik $ 1, atau 2,45 %, pada $ 41,74 dollar per barel, setelah sebelumnya jatuh ke 40 dollar per barrel, sebuah batas penting untuk pasar minyak yang pernah dilanggar untuk membawa kepada penurunan minyak lebih lanjut, ke posisi terendah yang tidak terlihat sejak 2009. Sementara harga minyak Brent untuk pengiriman Desember 16 sen menjadi $ 44,63 dollar per barel.

Kegagalan untuk jatuh di bawah level $ 40 pada Senin disebabkan beberapa pembelian teknis dalam minyak mentah AS, kata para pedagang, yang didukung oleh kenaikan saham di Wall Street.

Pada hari Senin, OPEC mengatakan harga rata-rata ekspor antara negara-negara anggota jatuh ke? 39,21 dollar per barel pada Jumat, melanggar tingkat 40 dollar per barel untuk pertama kalinya sejak 2009.

Dalam menghadapi kelebihan pasokan di pasar miyak dunia, OPEC telah mempertahankan kebijakan untuk menjaga produksi minyak stabil untuk mempertahankan pangsa pasar, daripada memotong produksi untuk menopang harga.

Harga minyak telah turun lebih dari 60 persen sejak Juni tahun lalu karena produksi tinggi dan peningkatan persediaan bertepatan dengan perlambatan ekonomi di Asia, terutama di Tiongkok dan juga Jepang, yang tergelincir kembali ke dalam resesi pada kuartal ketiga.

Data Baker Hughes menunjukkan terjadi kenaikan pertama di AS dengan pertambahan jumlah kilang minyak di 11 minggu Jumat lalu, sedangkan Badan Energi Internasional mengatakan ada rekor 3 miliar barel produk minyak mentah dan minyak dunia dalam tangki di seluruh dunia.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak masih berpotensi alami tekanan dengan sentiment negatif peningkatan pasokan minyak dunia. Harga minyak akan bergerak menembus kisaran Support 40,00-38,00, jika harga berbalik menguat akan mencoba menembus kisaran Resistance 44,00-46,00.