Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Mentah Rabu Berpotensi Lanjutkan Pelemahan Tajam

oil-flickr-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Di akhir perdagangan Rabu dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penurunan yang signifikan (27/5). Harga komoditas ini turun cukup tajam ditekan oleh kemungkinan bahwa produsen shale oil di Amerika Serikat mampu meningkatkan operasi pengeborannya. Pelemahan harga juga disebabkan oleh peningkatan dollar AS.

Pekan lalu pengeboran yang ditutup aktivitasnya hanya 1 saja. Goldman Sachs menyatakan bahwa harga minyak saat ini sudah mencapai level yang akan mendorong kembali aktivitas pengeboran. Sementara itu dollar yang masih bisa rally membuat tekanan terhadap harga komoditas ini makin kentara.

Kenaikan nilai tukar dollar membuat komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya permintaan akan komoditas mengalami penurunan. Pada perdagangan kemarin indeks dollar mencapai posisi paling tinggi dalam satu bulan.

Harga minyak mentah WTI untuk kontrak Juli yang merupakan kontrak paling aktif saat ini mengalami penutupan melemah tajam. Harga ditutup dengan membukukan pelemahan sebesar 1,69 dollar atau setara dengan 2,8 persen yaitu di level 58,03 dollar per barel. Harga minyak mentah Brent berakhir melemah sebesar 1,8 dollar atau 2,8 persen di posisi 63,70 dollar per barel.

Pada perdagangan Rabu pagi ini terpantau harga minyak mentah masih berpotensi melanjutkan pergerakan melemahnya. Harga komoditas ini berada di? level 58,37 dollar per barel, masih di kisaran paling rendah dalam nyaris sebulan belakangan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia akan cenderung masih mengalami pergerakan yang terbatas. Secara teknikal harga minyak mentah sedang berada dalam pola mayor bullish. Akan tetapi peningkatan nilai tukar dollar AS berpotensi menggerus turun harga minyak mentah.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami level resistance di 60,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 62,00 dollar. Jika terjadi pergerakan melemah support akan ditemui pada posisi 57,00 dollar dan 55,00 dollar.