Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Mentah Merosot Terendah 12 Tahun Tertekan Kekuatiran Tiongkok dan Pasokan Global

A pump jack is seen at sunrise near Bakersfield

Rifan Fiancindo Berjangka – Harga minyak mentah berjangka AS merosot?ke posisi terendah 12 tahun pada penutupan perdagangan Jumat dinihari tadi (08/01)?, dipicu?kekhawatiran penurunan?permintaan Tiongkok?dan pembengkakan pasokan minyak mentah?AS.

Awalnya harga minyak mentah acuan global Brent turun sebanyak 6 persen menjadi hampir 32 dollar per barel, level terendah setidaknya sejak April 2004, alkibat anjloknya pasar saham Tiongkok yang?mengguncang investor yang sudah terkena sentimen negatif?kekenyangan pasokan dalam minyak mentah.

Tapi pada pertengahan perdagangan di Sesi New York, harga minyak mentah Brent mengurangi?kerugian karena beberapa pedagang mengambil keuntungan setelah harga turun hampir 14 persen dalam empat hari.

Harga minyak mentah Brent turun?45 sen pada 33,78 dollar per barel setelah meluncur selama perdagangan Eropa yang rendah dari $ 32,16, level yang terakhir terlihat pada bulan April 2004.

Sedangkan harga minyak mentah WTI turun?70 sen, atau 2,06 persen, pada 33,27 dollar per barel.

Tiongkok melemahkan?mata uang yuannya sehingga tergelincir pada Kamis, membuat?mata uang regional dan pasar saham jatuh secara global. Perdagangan pasar saham Tiongkok diskors kurang dari setengah jam setelah pembukaan setelah jatuh tajam memicu mekanisme penghentian otomatis oleh sirkuit untuk kedua kalinya sejak diperkenalkan minggu ini.

Kejadian tersebut?menimbulkan kekuatiran melambatnya permintaan dari negara nomor?2 konsumen minyak dunia, mengancam untuk memperpanjang pasokan tahunan yang berlimpah.

Data pemerintah AS pada Rabu menunjukkan lonjakan 10,6 juta barel dalam pasokan bensin, peningkatan?mingguan terbesar sejak 1993, dimana?investor sudah prihatin dengan persediaan yang?besar di seluruh dunia.

Harga juga mengalami penurunan?awal setelah kekerasan di Timur Tengah dan Afrika Utara menambahkan tekanan.?Sebuah pusat pelatihan militer di kota Libya Zliten terkena bom truk, menyebabkan puluhan korban jiwa, kata beberapa saksi mata, sementara puluhan serangan udara menghantam ibukota Yaman Sanaa.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak masih?berpotensi mengalami tekanan dengan sentimen kelebihan pasokan minyak mentah dunia. Harga minyak akan bergerak dalam kisaran Support $33,00-$32,50 per barel, dan kisaran Resistance $34,00-$34,50 per barel.