Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Mentah Melempem Akibat Terpuruknya Bursa Wall Street

tambang-minyak-tengah-laut

Rifan Financimdo Berjangka – Pada akhir perdagangan Selasa dini hari tadi harga minyak mentah membukukan pelemahan tajam setelah selama dua sesi berturut-turut tutup di teritori positif (29/9). Harga komoditas ini ambles ditekan oleh anjloknya bursa saham Amerika Serikat dan lesunya data ekonomi Tiongkok.

Anjloknya harga saham-saham di bursa Wall Street dan volatilitas dollar AS mengakibatkan harga minyak mentah juga mengalami fluktuasi yang tinggi selama beberapa sesi belakangan. Harga minyak mentah sempat mengalami fluktuasi harian sebesar 8 persen di tengah ketidakpastian kapan Fed akan mulai menaikkan suku bunga acuan.

Presiden Fed New York William Dudley mengatakan hal yang sejalan dengan Janet Yellen bahwa kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat masih terbuka kemungkinannya dilakukan tahun ini. Bahkan komentar Dudley membuka kemungkinan kenaikan suku bunga akan dilakukan pada bulan Oktober mendatang.

Harga minyak mentah untuk kontrak November tampak mengalami penurunan tajam sebesar 2,8 persen pada posisi 44,43 dollar per barel. Harga minyak mentah Brent mengalami penurunan sebesar 1,18 dollar atau setara dengan 2,5 persen pada posisi 48 dollar per barel.

Pada perdagangan Selasa pagi harga minyak mentah WTI terpantau nyaris flat. Harga diperdagangkan pada posisi 44,46 dollar per barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia berpotensi untuk mengalami penurunan lanjutan. Sentimen negative masih mendominasi pasar hari ini.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level 46,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 48,00 dollar. Jika terjadi pergerakan yang justru berbalik melemah harga akan menemui support pada posisi 44,00 dollar dan 42,00 dollar.