Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Mentah Melejit Kencang, Ditutup Naik 10% Lebih

oill-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Pada akhir perdagangannya Jumat dini hari tadi harga minyak mentah menguat tajam dan membukukan kenaikan harian terbesar dalam lebih dari 6,5 tahun belakangan (28/8). Harga minyak mentah WTI meroket kencang lebih dari 10 persen seiring dengan pulihnya bursa saham global dan adanya kabar bahwa pasokan minyak mentah mengalami penurunan sehingga memicu aksi bargain hunting dan short covering di pasar minyak mentah.

Harga minyak mentah bangkit setelah anjlok tajam dalam dua bulan belakangan. Pekan ini harga sempat mencapai ke bawah level psikologis 40 dollar per barel. Kenaikan harga minyak mentah malam tadi terjadi setelah bursa saham dunia meningkat di tengah harapan bahwa kebijakan stimulus pemerintah Tiongkok akan membuahkan hasil yang baik.

Selain akibat harapan membaiknya ekonomi global kenaikan harga minyak mentah juga didukung oleh kabar force majeur pengiriman minyak mentah dari Nigeria. Shell melaporkan bahwa ekspor dari Negara tersebut terhenti akibat penutupan Trans Niger Pipeline dan Nembe Creek Trunkline.

Pada akhir perdagangan Jumat dini hari harga minyak mentah WTI berjangka untuk kontrak Oktober ditutup dengan membukukan kenaikan sebesar 3.96 dollar atau setara dengan 10,3 persen ke posisi 42,56 dollar per barel. Kenaikan harian ini adalah yang terbesar sejak bulan Maret 2009 lalu.

Harga minyak mentah Brent juga mengalami peningkatan mantap. Harga kontrak Oktober Brent mengalami kenaikan tajam sebesar 4 dollar atau setara dengan 10 persen menjadi 47 dollar per barel.

Harga minyak mentah WTI terpantau mengalami penurunan terbatas pada sesi perdagangan di Asia hari ini. Harga komoditas ini diperdagangkan pada posisi 42,58 dollar per barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia berpotensi untuk mengalami retreat teknikal. Sentimen negatif masih sangat kuat terjadi di pasar komoditas energi ini.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level 44,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 46,00 dollar. Jika terjadi pergerakan yang makin melemah harga akan menemui support pada posisi 40,00 dollar dan 38,00 dollar.