Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Mentah Berpotensi Miring Lagi Karena Dollar

Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak mentah berakhir anjlok tajam pada penutupan perdagangan Rabu dini hari tadi (20/5). Harga komoditas energi mengalami pelemahan tajam dan menggenapi fase penurunan untuk lima sesi berturut-turut. Rally dollar AS mengakibatkan minat terhadap kontrak yang dijual di bursa saham Amerika Serikat mengalami penurunan tajam.

Harga minyak mentah WTI dan Brent terpukul setelah dollar mencapai posisi paling tinggi dalam dua minggu terhadap rival-rivalnya yang tergabung dalam indeks dollar. Dengan peningkatan nilai tukar dollar tersebut harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri sehingga permintaannya mengalami penurunan.

Aksi jual yang dilakukan para investor di pasar minyak juga terjadi karena dini hari tadi kontrak Juni jatuh tempo. Jelang jatuh tempo kontrak paling aktif biasanya memang terjadi aksi jual pada kontrak tersebut. Di samping itu kabar mengenai pembengkakan ekspor minyak mentah dari Arab Saudi juga menjadi faktor yang membuat harga terpukul. Dilaporkan bahwa ekspor minyak mentah dari negara tersebut berada di titik tertinggi dalam nyaris satu dekade belakangan untuk bulan Maret lalu.

Harga minyak mentah WTI untuk kontrak Juni yang merupakan kontrak paling aktif mengalami jatuh tempo di teritori negatif. Harga ditutup dengan membukukan penurunan sebesar 3,65 persen atau setara dengan 2,17 dollar pada posisi 57,26 dollar per barel.

Pada perdagangan pagi ini terpantau harga minyak mentah masih cenderung akan melanjutkan pergerakan negative yang terjadi pada perdagangan malam tadi. Harga minyak mentah masih berada di kisaran terendah dalam 3 minggu terakhir, meskipun posisinya sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan dini hari tadi. Saat ini harga minyak mentah WTI berada di posisi 58,36 dollar per barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia akan mengalami kelanjutan penurunan. Secara teknikal harga minyak mentah sedang berada dalam pola mayor bullish. Koreksi teknikal akan menjadi fokus perdagangan hari ini.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami level resistance di 60,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 62,00 dollar. Jika terjadi pergerakan melemah support akan ditemui pada posisi 56,00 dollar dan 54,00 dollar.