Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Mentah Berakhir Kuat, Capai Level Tertinggi dalam 1 Bulan Lebih

oil-wiki1-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak mentah di akhir perdagangan Kamis dini hari melanjutkan rally untuk dua sesi berturut-turut (11/6). Harga komoditas ini terangkat menguat terus dan mencapai posisi paling tinggi dalam lebih dari satu bulan belakangan setelah data yang dirilis pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi terjadinya penurunan pasokan minyak mentah di negara tersebut pekan lalu. Akan tetapi kenaikan agak tertahan oleh aksi ambil untung yang dilakukan oleh para pelaku pasar.

Data resmi dari Energy Information Administration menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah di Amerika Serikat mengalami penurunan sebesar 6,8 juta barel pekan lalu. Penurunan ini empat kali lipat lebih besar dibandingkan dengan penurunan sebesar 1,7 juta barel yang diprediksi oleh analis. Angka ini mendekati rilis American Petroleum Institute hari sebelumnya yang menyatakan penurunan pasokan sebesar 6,7 juta barel.

Penurunan pasokan minyak mentah ini merupakan yang terbesar sejak bulan Juli tahun 2014 lalu. Kenaikan produksi di penyulingan minyak Amerika Serikat mendorong terjadinya peningkatan harga minyak mentah. Permintaan bahan bakar mengalami kenaikan musiman karena orang mengemudi lebih sering di liburan musim panas.

Di akhir perdagangan Kamis dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI berjangka untuk kontrak bulan Juli terpantau ditutup dengan membukukan kenaikan mantap. Harga komoditas ini ditutup dengan bukukan peningkatan tajam sebesar 1,29 dollar atau 2,14 persen di posisi 61,43 dollar per barel.

Harga minyak mentah Brent juga tampak mengalami penguatan yang signifikan. Harga ditutup menguat sebesar 70 sen pada posisi 65,60 dollar per barel.

Pada perdagangan pagi ini harga minyak mentah terpantau masih terbatas, belum jauh-jauh dari posisi penutupan perdagangan dini hari tadi. Saat ini terpantau harga minyak mentah diperdagangkan pada posisi 61,16 dollar per barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia masih berpotensi mengalami kenaikan. Saat ini indikator teknikal sudah mengisyaratkan terjadinya rebound dari pola bearish menuju pola bullish.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level 63,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 64,00 dollar. Jika terjadi pergerakan yang berbalik melemah harga akan menemui support pada posisi 60,00 dollar dan 58,00 dollar.