Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Melejit Didukung Ekskalasi Konflik Yaman dan Dollar AS

oil-wiki1-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak mentah kembali ditutup dengan membukukan peningkatan mantap di akhir perdagangan Rabu dini hari tadi (13/5). Harga komoditas ini bergerak menguat setelah pelemahan dollar mengangkat minat terhadap komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini. Langkah OPEC yang sedikit menaikkan proyeksi permintaan minyak mentah global juga menjadi penyebab kenaikan harga minyak mentah.

Pada perdagangan tadi malam nilai tukar dollar AS mengalami penurunan seiring dengan volatilitas di pasar obligasi. Harga minyak mentah dan komoditas lain yang diperdagangkan dalam dollar menjadi relative lebih murah bagi para pembeli luar negeri. Akibatnya permintaan mengalami peningkatan.

Sementara itu konflik bersenjata di Yaman makin mencekam sehingga harga minyak juga menerima sentimen menguat dari kondisi tersebut. Kekhawatiran mengenai kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah memang mejadi faktor utama dalam menentukan pergerakan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah WTI untuk kontrak Juni yang merupakan kontrak paling aktif saat ini mengalami penutupan naik mantap. Harga ditutup dengan membukukan kenaikan sebesar 2,5 persen pada posisi 60,75 dollar per barel.

Harga minyak mentah Brent juga turut mengalami kenaikan. Harga minyak mentah Brent mengalami peningkatan sebesar 1,71 dollar dan ditutup pada posisi 67,33 dollar per barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia akan cenderung melanjutkan kenaikan terbatas. Secara teknikal harga minyak mentah sedang berada dalam pola mayor bullish. Sepanjang April lalu harga minyak mentah mengalami kenaikan bulanan terbesar dalam enam tahun belakangan.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami level resistance di 63,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 65,00 dollar. Jika terjadi pergerakan melemah support akan ditemui pada posisi 57,00 dollar dan 55,00 dollar.