Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Jadi Penyebab Jatuhnya Hang Seng Rabu Pagi

oil-rig3-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak mentah pada akhir perdagangan Rabu dini hari tadi mencapai level terendah dalam enam tahun belakangan (12/8). Harga minyak mentah kembali jatuh terpuruk setelah Tiongkok melakukan devaluasi terhadap mata uangnya. Kondisi ini mengakibatkan potensi turunnya permintaan minyak mentah dari Negara tersebut. Sementara itu OPEC diperkirakan masih akan pertahankan kuota produksinya.

Harga minyak mentah mencapai level paling rendah, sementara harga minyak mentah Brent mengalami penurunan menghapuskan kenaikan yang terjadi pada hari Senin lalu. Penurunan yang terjadi pada kedua kontrak ini merupakan yang paling tajam dalam satu minggu belakangan.

Bank sentral Tiongkok melakukan depresiasi terhadap mata uang yuan hampir mencapai 2 persen. Kebijakan tersebut diambil untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di Negara tersebut. Yuan mengalami penurunan hingga mencapai posisi terendah dalam 3 tahun belakangan.

Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah WTI berjangka untuk kontrak September kembali ditutup anjlok ke bawah level psikologis 44 dollar yaitu pada posisi 43,08 dollar per barel. Harga komoditas ini mengalami penurunan signifikan sebesar 1,88 dollar atau setara dengan 4,18 persen. Harga minyak mentah sempat mencapai posisi terendah dalam tahun 2015 yaitu di posisi 42,03

Harga minyak mentah Brent di akhir perdagangannya akhir pekan lalu juga terpuruk melemah. Harga komoditas ditutup pada posisi 49,19 dollar, turun sebesar 1,25 dollar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan pagi ini harga minyak mentah WTI terpantau cenderung bergerak turun terbatas. Harga minyak mentah saat ini berada pada posisi 43,14 dollar per barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia berpotensi untuk melanjutkan penurunan yang memang sedang berlangsung. Sentimen negatif masih sangat kuat terjadi di pasar.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level 45,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 47,00 dollar. Jika terjadi pergerakan yang makin melemah harga akan menemui support pada posisi 42,00 dollar dan 40,00 dollar.