Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Indonesia Turun Jadi US$51,81

oil-rig3-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) senilai US$51,81 per barel pada Juli 2015. Harga ICP turun US$7,59 per barel dari harga rata-rata Juni 2015, yang sebesar US$59,4 per barel.

Dikutip dari situs Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada Selasa 11 Agustus 2015, harga rata-rata minas atau Sumatera Light Crude (SLC), tercatat sebesar US$51,91 per barel pada Juli 2015. Harga itu turun sebesar US$7,63 per barel dari harga rata-rata Juni 2015 yang sebesar US$59,54 per barel.
Ada beberapa faktor penurunan harga minyak mentah Indonesia. Penurunan ini sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional dan meningkatnya pasokan minyak dunia.
Di kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah dipengaruhi oleh turunnya permintaan minyak mentah dari Jepang, karena meningkatnya penggunaan gas alam dan batubara sebagai pengganti sumber energi pembangkit listrik. Namun, ada peningkatan stok minyak Tiongkok dan Singapura.
Harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Juli juga turun dibanding bulan sebelumnya. Minyak WTI (Nymex) turun sebesar US$8,9 per barel dari US$59,83 per barel pada Juni 2015, menjadi US$50,93 per barel pada Juli 2015.
Minyak Brent (ICE) turun sebesar US$6,99 per barel dari US$63,75 pada Juni 2015, menjadi US$56,76 per barel pada Juli 2015. Harga minyak di basket OPEC turun sebesar US$5,86 per barel dari US$60,21 per barel pada Juni 2015 menjadi US$54,35 per barel pada Juli 2015.
Produksi Minyak Global?
Berdasarkan publikasi kelompok negara-negara pengekspor minyak (OPEC) 2015, produksi minyak OPEC pada Juni 2015 meningkat 0,3 juta barel per hari menjadi 31,7 juta barel per hari. Sementara, pasokan negara-negara non-OPEC tahun 2015 diproyeksi meningkat 0,22 juta barel per hari, dibandingkan publikasi bulan Juni 2015 menjadi 57,39 juta barel per hari.
Stok minyak komersial negara-negara Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mengalami tren peningkatan selama tiga bulan berturut-turut. Pada Mei 2015, stok minyak mencapai 2,83 miliar barel. Energy Information Administration America (EIA) memperkirakan stok minyak OECD pada akhir 2015 sebanyak 2,95 miliar per barel atau meningkat dari stok akhir 2014 yang sebanyak 2,69 miliar barel.
Kesepakatan atas program nuklir antara Iran dan negara-negara Barat juga berpotensi menambah pasokan minyak mentah Iran sekitar 1 juta barel per hari. Berdasarkan laporan EIA, stok distillate fuel oil pada akhir Juli 2015 lebih tinggi 8,3 juta barel dibandingkan dengan stok pada akhir bulan Juni 2014. Jumlah stok Juli 2015 juga meningkat 17,4 juta barel dibandingkan dengan stok Juli 2014 yang mencapai 126,7 juta barel.