Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Cetak Rekor Tertinggi 7 Tahun, Apa Untung Ruginya untuk Indonesia?

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Harga minyak Jenis West Texas Intermediate, yang merupakan patokan minyak Amerika Serikat, melewati USD 80 per barel pada Jumat (8/10) untuk pertama kalinya sejak November 2014 karena permintaan yang melambung sementara pasokan tetap ketat.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (9/10/2021) patokan harga minyak di AS telah melonjak lebih dari 2 persen atau sebesar USD 80,09 pada Jumat (8/10) sebelum turun di sekitar USD 79,70 di Wall Street.

Harga minyak mentah Brent, yang merupakan patokan internasional, juga naik 1,7 persen menjadi USD 83,32 per barel.

Diketahui bahwa harga minyak telah melonjak dalam beberapa hari terakhir bersamaan dengan reli komoditas yang lebih luas termasuk gas alam dan batu bara di tengah krisis energi yang melanda Eropa dan Asia.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan membeberkan dampak positif dari kenaikan harga minyak dunia terhadap Indonesia.

“Dari sisi positif, akan adanya kenaikan PNBP di sektor migas, karena biasanya dengan kenaikan harga minyak dunia maka kita (Indonesia) juga akan mengalami kenaikan,” kata Mamit kepada Liputan6.com, Minggu (10/10/2021).

“Sisi positif lainnya adalah dengan adanya harga yang naik ini, mungkin diharapkan kegiatan eksplorasi untuk mencari cadangan migas baru,” lanjut Mamit.

Terkait dampak perekomonian, dengan harga minyak yang tinggi maka kegiatan pada EOR (Enhanced Oil Recovery) diharapkan bisa terus dilakukan, karena selama ini salah satu isu pada perkembangan EOR adalah masalah perekomonian, menurut Mamit.

“Dengan harga yang sudah cukup bagus, harusnya kegiatan EOR bisa terus tumbuh,” jelasnya.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

Sementara untuk sisi negatifnya, hal itu dapat secara otomatis menaikkan harga minyak secara global, termasuk harga MOP atau argus sebagai acuan untuk pemerintah dalam menentukan harga BBM, menurut Mamit.

“Dan pastinya merek-merek BBM swasta pastinya akan melakukan penyesuaian terhadap produk-produk mereka, salah satunya seperti Shell,’ kata Mamit.

Untuk Pertamina, Mamit menyebutkan bahwa sepertinya hanya dua produk mereka yang sejauh ini memang diperkenankan naik, yaitu Pertamina dex dan Pertamax Turbo.

“Sedangkan Pertalite, Premium, dan Pertamax sejauh ini Pertamina belum melakukan penyesuaian padahal sebenarnya mereka sudah mengalami kerugian, karena tidak pernah menaikkan harga,” beber Mamit.

Disebutkan juga bahwa Pertamina sudah mengalami kerugian yang cukup dalam selama 2021 ini karena harga minyak jauh lebih tinggi dibandingkan pada 2020.

“Terakhir saya hitung, mereka sudah rugi untuk per liternya jenis Pertamax maupun Premium sudah di antara angka Rp 2.500 – 3.000,” papar Mamit.

“Saya kira Pertamina bisa melakukan penyesuaian terutama pada jenis Pertamax agar tidak lebih dalam lagi beban usaha mereka,” pungkasnya.

Sumber : Liputan 6

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Leave a Reply