Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Terus Jatuh, Saham Freeport Turun 35%

One-kg 24K gold bars are displayed at the Chinese Gold and Silver Exchange Society in Hong Kong

Rifan Financindo Berjangka -Saham perusahaan tambang jatuh ke lubang terdalam seiring turunnya harga emas, bijih besi, dan bahkan tembaga. Di bursa Wall Street, Amerika Serikat (AS) saham perusahaan tambang memiliki kinerja terburuk sepanjang Juli 2015.

Dilansir dari CNN, Selasa (28/7/2015), saham Freeport-McMoran (induk Freeport Indonesia) turun 35%. Demikian juga dengan saham perusahaan tambang lain, yaitu Joy Global yang turun 28% sepanjang bulan ini.

Bahkan, perusahaan tambang Inggris, Anglo American, pekan lalu berencana memangkas 53.000 pekerja karena turunnya harga komoditas tambang tersebut. Sejumlah perusahaan tambang mengalami kendala keuangan, dan investor saham memperkirakan perusahaan tersebut tidak bisa bertahan.

Komoditas logam tidak lagi menarik di tengah lesunya ekonomi. Banyak logam tambang yang digali, namun permintaan tidak banyak.

Bila dilacak, semua kejatuhan ini bermula dari China. Pertumbuhan ekonomi negeri tirai bambu yang tinggi dalam satu dekade terakhir, membuat harga komoditas tambang naik. Tapi sekarang, ekonomi China melambat, dan membuat harga komoditas turun.

“Ini menjadi badai yang sempurna dari perlambatan China, penguatan dolar AS, dan melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia,” kata Analis dari BB&T Capital Markets, Garret Nelson.

Seluruh komoditas, baik emas, tembaga, bahkan minyak dihargai dengan dolar. Penguatan dolar yang terjadi saat ini membuat harga komoditas ini mahal untuk pembeli di luar AS, akhirnya permintaan turun.