Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Terjun ke Level Terendah dalam 15 Minggu

gold-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Harga emas merosot ke titik terendah dalam 15 minggu dan perak anjlok ke level termurah selama tujuh bulan setelah krisis ekonomi Yunani mendongkrak permintaan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini mengikis daya tarik logam mulia sebagai safe haven.


Dilansir dari Bloomberg, Rabu (8/7/2015), harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus di Divisi Comex? New York, turun 1,8 persen menjadi US$ 1.152,6 per ounce, usai menyentuh US$ 1.146,8 yang merupakan titik terendah untuk kontrak teraktif sejak 18 Maret 2015.

Sementara perak untuk pengiriman September anjlok 5 persen menjadi US$ 14,969 per ounce. Sebelumnya, logam ini dibanderol US$ 14,62, level termurah sejak 1 Desember 2014.

Nilai tukar dolar AS naik ke titik tertinggi lima minggu terhadap 10 mata uang. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras di Brussels mengaku akan melakukan segala daya upaya menjaga negaranya agar tetap bertahan di zona euro.

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve bakal menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini, pertama kali sejak 2006 setelah menguatnya pasar tenaga kerja? yang mendukung penguatan dolar AS. Suku bunga yang lebih tinggi mengikis daya tarik emas karena akan membuat investor beralih ke aset lain seperti obligasi dan pasar saham.

“Krisis ekonomi di Yunani belum mampu untuk mendongkrak emas karena kebanyakan investor malah bergegas untuk memborong lebih banyak dolar AS. Antisipasi kenaikan suku bunga The Fed juga menjaga emas tetap di bawah tekanan,” kata Bill O’Neill, partner Logic Advisors di Upper Saddle River, New Jersey.

Harga emas telah turun 12 persen dalam 12 bulan terakhir karena dolar AS melonjak 18 persen. Di New York Mercantile Exchange, harga platinum berjangka untuk pengiriman Oktober turun 2,3 persen menjadi US$ 1.041,5 per ounce setelah jatuh ke US$ 1.027 atau titik terendah sejak Februari 2009.

Harga Palladium berjangka untuk pengiriman September turun 3,5 persen menjadi US$ 652,40 per ounce, penurunan terbesar sejak 27 Maret 2015. (Ndw/Gdn)