Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Naik Terkerek Data Inflasi AS

emas1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Harga emas sedikit menguat pada akhir perdagangan Rabu di Asia, ditopang dari spekulasi bahwa Federal Reserve tidak mungkin merespons dengan pengetatan moneter segera setelah inflasi AS mencatat kenaikan terbesar dalam 13 tahun bulan lalu.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak US$4,0 atau 0,22 persen, menjadi ditutup pada US$1.809,90 per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (12/7/2021), emas berjangka jatuh US$4,7 atau 0,26 persen menjadi US$1.805,90.

Emas berjangka melonjak US$10,40 atau 0,58 persen menjadi US$1.810,60 pada Jumat (9/7/2021), setelah melemah US$1,9 atau 0,11 persen menjadi US$1.800,20 pada Kamis (8/7/2021), dan bertambah US$7,90 atau 0,44 persen menjadi US$1.802,10 pada Rabu (7/7/2021).

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/7/2021) bahwa indeks harga konsumen (IHK), ukuran inflasi yang diawasi ketat, meningkat sebesar 0,9 persen pada Juni, melebihi perkiraan kenaikan 0,5 persen oleh para ekonom.

Angka tersebut juga merupakan peningkatan terbesar sejak 2008. Sementara itu, kenaikan inflasi tahunan mencapai sebesar 5,4 persen pada Juni. Tetapi para analis mengatakan data itu tidak mungkin memicu respons pengetatan kebijakan moneter yang cepat dari The Fed, memberikan beberapa dukungan untuk emas.

“Ini akan membutuhkan serangkaian angka yang lebih panas tentang pembacaan inflasi untuk menggerakkan jarum The Fed. Pembacaan satu bulan tidak akan berhasil,” kata Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco Metals. Dia juga menambahkan bahwa The Fed juga akan mempertimbangkan data ketenagakerjaan dan pertumbuhan.

Namun, pasar sekarang akan mengamati kesaksian Ketua Fed Jerome Powell di depan Kongres pada Rabu waktu setempat dan Kamis (15/7/2021) untuk petunjuk tentang prospek kebijakan moneter bank sentral.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

“Dengan biaya transportasi yang juga naik dan harga minyak yang tetap tinggi, ada risiko inflasi bisa tetap tinggi lebih lama dari yang diperkirakan Fed,” kata Analis ThinkMarkets Fawad Razaqzada.

“Jika tren inflasi saat ini terus berlanjut, maka pasti bank sentral harus bereaksi dan lebih cepat,” tambahnya.

Indeks dolar yang mengukur greenback dengan enam mata uang utama saingannya menguat 0,5 persen, mengurangi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga menahan kenaikan emas lebih lanjut.

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan kekhawatiran atas meningkatnya kasus varian Delta Covid-19 juga mendukung emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 9,9 sen atau 0,38 persen, menjadi ditutup pada US$26,14 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$11,8 atau 1,05 persen, menjadi ditutup pada US$1.111,20 per ounce.

Sumber : Bisnis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Leave a Reply