Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Naik Oleh Ekspektasi Suku Bunga AS

xau-pixabay.com-2-700x357

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga Emas diawal pekan ini mengalami kenaikan tajam hingga ke harga termahalnya dalam lima minggu terakhir oleh ekspektasi kebijakan suku bunga AS yang diperkirakan akan dipertahankan tetap rendah.

Awalnya, suku bunga AS diperkirakan akan naik pada Oktober 2015 dengan tingkat keyakinan pasar hingga 55 persen. Kini diperkirakan mengalami penurunan keyakinan hingga tinggal 46.2 persen saja. Muncul konsensus diantara investor Emas bahwa The Fed diperkirakan akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah sebagaimana saat ini. Hal ini tentu akan memicu aksi beli emas khususnya emas fisik sehingga akan mendorong kenaikan harga emas pada umumnya.

Pada bulan September, Swiss telah menyatakan ekspor emasnya mengalami kenaikan, keangka 172.6 metrik ton. Ini merupakan ekspor emas terbesar mereka selama tujuh bulan terakhir. Data yang diedarkan Dinas Pabean ini mengkonfirmasi kenaikan permintaan fisik.

Sementara itu, kenaikan harga emas dalam dua minggu ini juga dipicu oleh pernyataan para eksekutif AS bahwa perekonomian global mengalami perlambatan, yang bisa mengancam perekonomian nasional AS. Tak ayal, Gubernur Bank Sentral AS wilayah St. Louis James Bullard?menyatakan agar The Fed mempertimbangkan untuk menunda rencana mengakhiri program pembelian Obligasi yang sedianya akan diakhiri dalam pembicaraan pada pertemuan The Fed tanggal 28-29 Oktober ini.

Sikap The Fed yang melunak akan diterjemahkan pelaku pasar sebagai dorongan positif bagi kenaikan harga emas lebih lanjut. Prospek pelemahan Dolar AS dalam jangka pendek disisi lain juga akan memberikan dorongan bagi harga emas untuk bisa naik lebih tinggi. Dolar AS menguat sebesar 0.2 persen atas 10 mata uang besar lainnya setelah jatuh dalam sepekan ini.

Harga emas untuk kontrak pengiriman bulan Desember mengalami kenaikan sebesar 0.6 persen di harga $1,251.70 per ons, bahkan sempat naik ke $1,255.60, yang merupakan harga termahalnya sejak 10 september silam. Untuk pertama kalinya, terjadi kenaikan rata-rata perdagangan emas ?sebesar? 27 percent dalam 100 hari terakhir ini. Harga emas sendiri bangkit dari harga termurahnya di tahun ini pada 6 Oktober silam ke harga $1,183.30, seiring dengan kondisi ekonomi AS yang dikabarkan membaik sehingga meningkatkan peluang The Fed lekas menaikkan suku bunga.