Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Lanjut Koreksi, Komentar Fed Tahan Penurunan

Screenshot_2020-08-31 Akhir Pekan, Harga Emas Melonjak Lagi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Harga emas melemah pada akhir perdagangan Kamis (14/1/2021) atau Jumat pagi WIB, menyusul aksi ambil untung dari lonjakan sesi sebelumnya.

Namun, komentar Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang memperkuat harapan lingkungan suku bunga yang lebih rendah dan prospek lebih banyak stimulus AS, menahan kerugian harga emas lebih lanjut.

Pada Kamis (14/1/2021) harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange turun US$3,5 atau 0,19 persen menjadi ditutup di level US$1.851,40 dolar AS per troy ounce.

Adapun, harga ema spot turun tipis 0,01 persen atau 0,1 poin menjadi US$1.846,43 per troy ounce.

Sehari sebelumnya, Rabu (13/1/2021), emas berjangka terangkat US$10,7 atau 0,58 persen menjadi US$1.854,90 per troy ounce.

Emas berjangka merosot US$6,6 atau 0,36 persen menjadi US$1.844,20 pada Selasa (12/1/2021), setelah melonjak US$15,4 dolar AS atau 0,84 persen menjadi US$1.850,80 pada Senin (11/1/202).

Powell mengatakan kenaikan suku bunga akan datang “dalam waktu dekat” dan menolak pernyataan bahwa bank sentral mungkin mulai mengurangi pembelian obligasi dalam waktu dekat.

“Powell cukup banyak mengonfirmasi sikap dovish bank. … Anda akan melihat bahwa Fed akan tetap sangat akomodatif dan itulah mengapa harga emas naik,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Suku bunga yang lebih rendah menurunkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil dan membebani dolar. Setelah komentar Powell, indeks dolar melemah, membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, jumlah orang Amerika yang mengajukan aplikasi pertama kali untuk tunjangan pengangguran melonjak minggu lalu.

Baca Juga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

“Lonjakan signifikan ini mengingatkan semua orang bahwa situasi pasar tenaga kerja masih mengerikan, dan itu akan membutuhkan lebih banyak stimulus,” kata Moya, menambahkan bahwa kekhawatiran atas pandemi virus corona tetap mendukung emas.

Presiden terpilih AS Joe Biden dijadwalkan untuk mengungkapkan proposal paket stimulus pada Kamis waktu setempat yang dapat melebihi US$1,5 triliun.

Sementara itu emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat diakibatkan dari stimulus yang meluas, lonjakan imbal hasil obligasi baru-baru ini telah menantang status tersebut karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Imbal hasil obligasi melonjak sejak minggu lalu di tengah ekspektasi untuk stimulus baru dan bertahan mendekati tertinggi 10 bulan, dan terus memberikan tekanan terhadap emas.

Harga emas juga berada di bawah tekanan tambahan ketika Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (14/1/2021) bahwa indeks harga untuk impor AS naik 0,9 persen pada Desember, setelah naik 0,2 persen dari Agustus ke November, kenaikan bulanan terbesar sejak Agustus.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 23 sen atau 0,9 persen menjadi ditutup pada 25,802 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 15,7 dolar AS atau 1,41 persen menjadi menetap di1.126,4 dolar AS per ounce.

Sumber : Bisnis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG