Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Batubara Stagnan, Pasar Gagal Manfaatkan Rally Harga Minyak

coal4-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga batubara Rotterdam terpantau mengalami sesi perdagangan yang sepi dan berakhir stagnan (1/9). Harga batubara ditutup stagnan setelah mengalami retreat teknikal pada sesi perdagangan sebelumnya. Komoditas ini gagal memanfaatkan kenaikan harga minyak mentah yang selama 3 sesi rally mengalami peningkatan sebesar 27 persen.

Harga batubara tidak mampu mengikuti pergearkan positif harga minyak mentah. Sentimen negatif masih sangat kuat berkembang di pasar komoditas ini. Diperkirakan hingga akhir tahun ini harga komoditas sumber energi alternative tersebut akan terus melorot dan mencapai level 45 dollar per ton.

Selain turunnya permintaan akibat kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi dari Tiongkok, secara umum minat masyarakat global terhadap komoditas batubara memang sudah merosot. Gerakan ramah lingkungan yang digalakkan secara global membuat batubara yang kurang ramah lingkungan menjadi kurang diminati.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Oktober berada di posisi 54,75 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penutupan yang stagnan dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan sebelumnya harga komoditas ini mengalami penurunan sebesar 0,35 dollar.

Sementara itu harga batubara berjangka di bursa SGX untuk kontrak bulan Oktober hari ini diperdagangkan pada posisi 48,50 dollar per ton. Harga turun sebesar 0,25 dollar dari perdagangan kemarin.

Harga batubara kontrak SGX IHS McCloskey Indonesian Sub-Bit FOB Index Futures bulan Oktober 2015 ditransaksikan pada posisi 40,60 dollar per ton. Harga mengalami kenaikan signifikan sebesar 0,30 dollar dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh kinerja harga minyak mentah. Potensi retreat masih kuat sebab secara fundamental trend harga batubara masih bearish kuat, terutama untuk jangka panjang.