Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Gubernur BI: BBM Naik Rp 1.000 Inflasi 1,3%, Kalau Rp 3.000 Inflasi 3,9%

bank Indonesia

Rifan Financindo Berangka Semaramg – Bank Indonesia (BI) yakin efek inflasi dari kenaikan harga BBM subsidi yang akan dilakukan pemerintah hanya sebentar. Sudah dibuat kajian soal kenaikan harga BBM subsidi dan dampaknya ke inflasi.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, setiap harga BBM naik Rp 1.000 akan ada tambahan inflasi 1,3%. Jadi bila, harga BBM naik Rp 3.000 akan ada tambahan inflasi 3,9%.

“BI akan terus mengawasi. Kita tunggu keputusan pemerintah. Kalau naik (harga BBM), kita meyakini dampak inflasi temporer. Dalam 3-4 bulan akan normal. BI aktif berkoordinasi dengan pemda, pemerintah pusat untuk meyakinkan kita respons dengan baik,” tutur Agus Marto di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (13/11/2014).

Agus menyampaikan, BI akan mengelola stabilitas keuangan dan ekonomi ke depan. Laju inflasi akan dijaga.?

Soal rencana kenaikan harga BBM subsidi ini, Agus Marto menilai kebijakan tersebut penting. Karena anggaran pemerintah saat ini defisit, dmikian juga dengan transaksi berjalan neraca perdagangan.

Apakah lebih baik kenaikan harga BBM subsidi dilakukan bertahap atau sekaligus? Agus Marto yang pernah menjabat Menteri Keuangan menilai, lebih baik kenaikan harga BBM subsidi dilakukan sekaligus.

“Yang paling baik sekaligus tidak bertahap. Kalau sekarang ini APBN kondisi defisit itu bukan hanya karena faktor subsidi BBM, tapi juga penerimaan negara yang turun dipengaruhi komoditas turun, Tiongkok lambat, akibatnya penerimaan pajak jadi perlu ada penyikapan di fiskal,” jelas Agus.