Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Goldman Sach : Emas Bisa Ke $1,050

images (53)

Pihak Goldman Sach memperkirakan bahwa harga emas bisa jatuh ke $1,050 dalam 12 bulan ini. Sentimen utama yang akan membuat harga emas bisa turun kembali lebih dalam adalah membaiknya ekonomi AS. Permintaan produk AS tahan lama dibulan April ini mengalami kenaikan diatas ekspektasi, padahal bulan sebelumnya juga sudah mengalami kenaikan. Hal ini tentu semakin memukul harga emas yang cenderung naik manakala kondisi ekonomi AS makin carut marut.

Sementara itu, faktor lainnya yang bisa mendorong kenaikan harga emas adalah potensi kenaikan permintaan emas oleh India. Pemerintah India memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan perhiasan emas untuk membeli emas dari manca negara. Sebelumnya pemerintah India telah menaikkan pajak impor emas untuk mengamankan neraca pembayaran mereka. Ditahun 2013, aksi beli Cina membuat harga emas menguat, namun dengan kondisi terkini dimana permintaan emas Cina juga menurun, pasar kembali berharap India bisa menggantikan penurunan ini.

Namun demikian, ditambahkan oleh mereka bahwa jatuhnya harga emas tidak akan cepat dan sedalam itu apabila mempertimbangkan kondisi ukraina yang masih tidak menentu. Dipahami bahwa ketika kondisi ini semakin tidak jelas maka investor akan segera memalingkan perhatian ke asset pengaman investasi dalam hal ini emas. Sebaliknya jika kondisi aman-aman saja, maka investor berani mengambil resiko, risk appetite.

Sinyalemen jatuhnya harga emas bisa terbaca dari makin sedikitnya posisi beli yang dipertahankan para investor. Sekitar 867 ton emas dalam bentuk ETP yang dijual selama 2013 dan diperkirakan oleh Barclyas bahwa tahun ini akan menambah 100 ton lagi.

Pihak The Federal Reserve saat ini mengalokasikan dana pembelian obligasi sebesar $45 milyar, setelah empat bulan beruntun dipangkas sebesar 10 milyar per bulannya. Sebelumnya, akibat kebijakan uang lunak Bank sentral AS tersebut, harga emas mengalami kenaikan hingga 70 persen sejak Desember 2008 hingga Juni 2011. Seiring dengan kondisi ekonomi makro AS yang beringsut membaik, potensi pengurangan kebijakan moneter lunak ini semakin melebar dan membuat harga emas berangsur menurun pula. Kondisi yang dianggap lebih aman ini membuat investor percaya diri dan berani menempuh resiko yang lebih besar.