Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Gejala Gangguan Hati bisa Dilihat dari Warna Urine Anda

hati

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Penyakit lemak hati adalah istilah umum untuk kondisi yang ditandai dengan penumpukan lemak di hati. Penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) adalah salah satu jenis utama penyakit hati berlemak. Warna urine Anda mungkin menunjukkan NAFLD.

Mereka yang mengalami gangguan hati berlemak, biasanya memiliki warna urine yang lebih pekat. Untuk diketahui, urine yang sehat adalah yang berwarna jernih.

Penyakit hati berlemak non-alkohol adalah penumpukan lemak ekstra di sel hati yang tidak disebabkan oleh alkohol. Kondisi ini berkembang melalui sejumlah tahap, yang terakhir dapat mengancam jiwa. Sayangnya, kebanyakan orang dengan NAFLD ringan tidak mungkin memperhatikan gejala apa pun yang dapat membuat mereka waspada terhadap kondisi tersebut.

“Bagi mereka yang terus mengembangkan NASH, Fibrosis dan Sirosis, mungkin perlu waktu bertahun-tahun sebelum gejalanya berkembang,” jelas British Liver Trust (BLT) dilansir dari Express.

Steatohepatitis terkait non-alkohol (NASH) adalah bentuk NAFLD yang lebih serius, di mana hati telah meradang dan fibrosis adalah tempat peradangan terus-menerus menyebabkan jaringan parut di sekitar hati dan pembuluh darah di sekitarnya, tetapi hati masih dapat berfungsi secara normal.

Menurut BLT, urine yang gelap adalah tanda yang menunjukkan bahwa NAFLD telah berkembang ke tahap selanjutnya. Tanda-tanda serius lainnya termasuk:

1. Kekuningan pada mata dan kulit (penyakit kuning)

2. Mudah memar

3. Pembengkakan daerah perut bagian bawah (asites)

4. Muntah darah (hematemesis)

5. Feses berwarna hitam pekat (melena)

6. Periode kebingungan atau ingatan buruk (ensefalopati)

7. Kulit gatal (pruritus).

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

Untungnya, Anda dapat menghentikan perkembangan NAFLD dengan melakukan intervensi gaya hidup sehat.

Jika Anda menderita NAFLD, Anda harus berusaha makan makanan yang sehat dan seimbang, seperti berikut ini :

1. Pilih karbohidrat dari biji-bijian utuh (seperti roti, nasi, dan pasta) yang tinggi serat

2. Hindari makanan dan minuman yang tinggi gula

3. Makan lebih banyak sayur dan buah

4. Kurangi konsumsi lemak jenuh. Gantilah lemak jenuh dengan lemak tak jenuh tunggal atau lemak tak jenuh ganda, terutama asam lemak omega-3. Ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung yang dapat dikaitkan dengan NAFLD

5. Pantau ukuran porsi Anda, terutama jika Anda mencoba menurunkan berat badan.

Melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu Anda menurunkan berat badan berlebih, tetapi juga dapat membawa manfaat langsung untuk mengelola NAFLD.

Olahraga juga dapat membantu mengurangi kerusakan pada hati Anda bahkan jika Anda tidak berhasil menurunkan berat badan.

Berbagai macam penyakit dan kondisi juga dapat meningkatkan risiko NAFLD Anda, termasuk:

1. Kolesterol Tinggi

2. Tingginya kadar trigliserida dalam darah

3. Sindrom metabolik

4. Obesitas, terutama bila lemak terkonsentrasi di perut.

SUmber : Bisnis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG