Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

FIRST TRAVEL, CONTOH MASYARAKAT TIDAK MENGERTI INVESTASI | RIFAN FINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – SEMARANG, Kementerian Agama (Kemenag) menginginkan agar kasus biro perjalanan haji dan umrah First Travel segera diproses hukum. Kemenag juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum tersebut hingga tuntas.

Kepala Bidang Humas Kemenag Rosidin mengatakan dalam keputusan Menteri Agama Nomor 589 Tahun 2017 ditegaskan ada dua kewajiban yang harus dilaksanakan oleh First Travel. Pertama, mengembalikan uang bagi jemaah yang ingin refund dan kedua, mengalihkan ke travel lain bagi jemaah yang tetap ingin diberangkatkan tanpa biaya tambahan apapun.

“Bagaimana mekanismenya? Tentu diserahkan sepenuhnya kepada First Travel,” kata Rosidin kepada detikcom, Minggu (20/8/2017).

Namun, lanjut Rosidin, karena kasus ini sudah dalam penanganan polisi, maka Kemenag berharap agar kasus ini segera dibawa ke pengadilan. Pihak First Travel juga harus bertanggung jawab, jangan melemparkan ke pihak lain.

“Agar secara adil diselesaikan dan muncul putusan untuk ditegakkan. Kemenag mendukung penuh proses hukum kasus First Travel yang saat ini diusut oleh Polri. Bagaimana pun, First Travel harus bertanggung jawab dan tidak boleh lepas tangan atau melemparkan tanggungjawabnya ke pihak lain,” kata Rosidin.

Sebelumnya, para korban yang juga calon jamaah haji korban penipuan First Travel meminta agar Kemenag selaku regulator tidak bisa cuci tangan begitu saja terhadap kasus penipuan ini.

“Jemaah dilindungi hak-haknya oleh UU Haji dan Umrah dan apabila tidak ada Bank Garansi itu merupakan kelalaian pihak Kemenag atau ada sesuatu di sana jika faktanya First Travel sudah pernah menyetorkan Bank Garansi tersebut? Mohon aparat penegak hukum dan presiden dapat membuka tabir misteri raibnya Rp 1 triliun lebih dana 62 ribu jamaah yang terdata oleh Bareskrim,” ujar jaksa Pramana Syamsul Ikbar yang juga calon jemaah korban penipuan First Travel dalam keterangannya kepada detikcom, Minggu (19/7/2017).

Korban dugaan penipuan perjalanan umrah First Travel semakin bertambah. Total sudah ada sekitar 1.200 calon jemaah umrah yang melapor ke crisis center Bareskrim Polri.

“Terakhir, hari Jumat itu 738 jemaah yang mengadu, jadi sekarang sudah lebih dari 1.200 jemaah yang sudah mendaftar,” kata petugas posko crisis centerBareskrim saat ditemui di Bareskrim, gedung Kementerian dan Kelautan, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017).

 Para korban dugaan penipuan First Travel melapor ke Bareskrim Polri, Senin (21/8/2017)
Para korban dugaan penipuan First Travel melapor ke Bareskrim Polri, Senin (21/8/2017) Foto: Akhmad

Sejak pertama kali dibuka pada Rabu (18/8), crisis center Bareskrim terus kedatangan calon jemaah yang jadi korban First Travel. Pada pagi ini, jemaah sudah memenuhi crisis center hingga ke luar gedung

Crisis center Bareskrim dibuka dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB setiap hari kerja. Selain itu, jemaah bisa mengirimkan laporan aduan melalui e-mailkorban.FT@gmail.com atau menghubungi nomor hotline di 081218150098.

 Para korban dugaan penipuan First Travel melapor ke Bareskrim Polri, Senin (21/8/2017)Para korban dugaan penipuan First Travel melapor ke Bareskrim Polri, Senin (21/8/2017) Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom

Dalam perkara ini, polisi menetapkan bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah pada Kamis (10/8).

Keduanya dijerat dengan Pasal 55 juncto Pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan serta Penggelapan serta UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Dalam proses penyidikan, penyidik menetapkan Siti Nuraidah alias Kiki Hasibuan sebagai tersangka baru. Kanit 5 Subdit 5 Jatanwil Dit Tipidum Bareskrim Polri AKBP M Rivai Arvan menyebut nama Kiki digunakan untuk membeli sejumlah aset, seperti rumah dan mobil.

 Para korban dugaan penipuan First Travel melapor ke Bareskrim Polri, Senin (21/8/2017)
Para korban dugaan penipuan First Travel melapor ke Bareskrim Polri, Senin (21/8/2017) Foto: Akhmad