Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Faktor Ini Hambat Laju IHSG

Ilustrasi_IHSG_5

Rifan Financindo Berjangka – Tekanan jual di pasar saham diperkirakan masih berpeluang terjadi pada perdagangan hari ini, Rabu 12 Agustus 2015, menyusul masih tingginya risiko pasar.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak dengan support (batas bawah) di 4.570 dan resistance (batas atas) di 4.670.

“Pasar masih menanti langkah pemerintah untuk menstabilkan pasar keuangan dan sejumlah program kebijakan untuk menahan perlambatan yang terjadi,” ujar analis First Asia Capital, David N. Sutyanto kepada VIVA.co.id.
David mengatakan, mengingat tekanan jual masif hampir melanda seluruh saham sektoral pada perdagangan kemarin. IHSG tidak mampu bertahan di level 4.700, akhirnya anjlok 126,358 poin (2,66 persen) di 4.622,591.
“Ini merupakan posisi IHSG terendah sejak perdagangan 5 Maret 2014 lalu. Sepanjang tahun ini hingga kemarin, IHSG terkoreksi 11,6 persen (year to date). Bila dibandingkan dengan posisi tertingginya sepanjang tahun ini di 5.224,03 awal April lalu, IHSG anjlok 17,25 persen. Koreksi kemarin, mengonfirmasi tren bearish (melemah) pasar saham yang terjadi sejak Mei lalu,” tuturnya.
Menurutnya, tekanan jual kemarin, terutama dipicu kebijakan bank sentral Tiongkok, yang secara mendadak mendevaluasi mata uang Yuan, sehingga membuat nilai tukar Yuan terdepresiasi hingga 1,9 persen ke level terendahnya sejak September 2012.
Depresiasi Yuan atas dolar Amerika Serikat, telah berdampak buruk bagi mata uang negara-negara berkembang termasuk rupiah yang kemarin menembus level Rp13.600 per dolar AS.
“Pelemahan Yuan akan berdampak negatif bagi kinerja ekspor Indonesia, karena China merupakan negara tujuan ekspor ketiga terbesar bagi Indonesia. Ekspor Indonesia ke China sepanjang semester I-2015, anjlok 26 persen. Kondisi ini, tentunya akan membuat rupiah sulit menguat, sehingga memperburuk outlook perekonomian domestik,” ujarnya.
Seperti diketahui, kebijakan devaluasi yuan turut menekan pergerakan pasar saham global tadi malam. Indeks Eurostoxx di zona Euro koreksi 1,9 persen di 3605,28. Di Wall Street, indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 1,21 persen dan 0,96 persen ditutup di 17.402,84 dan 2.084,07. (asp)