Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Emas Masih Fluktuatif

pt rifan financindo

Rifan Financindo – Semarang,?Harga emas memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya di perdagangan Eropa pada hari Selasa, jatuh menuju ke level terendah satu bulan, dengan investor menyesuaikan posisi menjelang pertemuan dua hari kebijakan moneter Federal Reserve yang akan dimulai hari ini.

The Fed diharapkan tidak mengambil tindakan terhadap suku bunganya di akhir pertemuan pada hari Rabu, namun pelaku pasar akan mengamati pernyataan kebijakan untuk mengetahui petunjuk baru waktu kenaikan suku bunga selama beberapa bulan ke depan.

Emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex Bursa Perdagangan New York merosot $2,40, atau 0,18%, diperdagangkan pada $1,324.80 per troy ounce pukul 13.53 WIB.

Sehari sebelumnya, emas jatuh ke sesi terendah $1,311.10 per troy ounce, tepat di atas terendah satu bulan $1,310.70, dengan harapan baru kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini mendorong dolar AS menguat.

Rangkaian data AS yang lebih baik baru-baru ini, diharapkan menghidupkan kembali spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Suku bunga berjangka saat ini menghargai kesempatan 45% dari kenaikan suku bunga pada bulan Desember, dibandingkan kurang 20% dari seminggu yang lalu dan naik dari 9% pada awal bulan ini.

Emas sensitif terhadap pergerakan tingkat suku bunga AS. Kenaikan suku bunga akan mengangkat biaya kesempatan memegang aset non-unggulan seperti emas batangan.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, berada di 97,05 Selasa, tidak jauh dari level teringgi lebih dari empat bulan 97,59, didorong oleh prospek kebijakan moneter divergen antara Fed dan bank sentral global lainnya.

Penguatan dolar AS biasanya membebankan emas, karena mengurangi daya tarik logam kuning sebagai aset alternatif dan membuat komoditi yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya.

Logam kuning tetap terdukung di tengah spekulasi bank sentral di Eropa dan Asia akan meningkatkan stimulus moneter dalam beberapa bulan ke depan untuk menahan gejolak ekonomi negatif dari Brexit.

Emas naik hampir 25% sepanjang tahun ini, didorong oleh kekhawatiran atas pertumbuhan global dan ekspektasi stimulus moneter. Ekspektasi stimulus moneter cenderung menguntungkan emas, karena logam tersebut dipandang sebagai penyimpan dan pelindung nilai inflasi yang aman.

Harga emas melonjak ke posisi tertinggi lebih dari dua tahun di $1,377.50 pada awal Juli, setelah kekhawatiran seputar pertumbuhan global mengikuti referendum Inggris keluar dari Uni Eropa, membuat investor membanjiri aset safe haven.

Emas menguat seiring investor menimbang kembali harapan untuk stimulus tambahan dari pemerintah Jepang sehingga menguatkan yen dan menyakiti dolar menjelang keputusan kebijakan moneter dari Bank of Japan dan Federal Reserve beberapa hari mendatang.

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan 0,2 persen lebih tinggi di level $ 1,318.60 per ounce pada pukul 2:59 siang waktu Singapura terbantu oleh melemahnya dolar AS, menurut harga publik Bloomberg. Bullion sendiri telah kehilangan 1,2 persen dalam dua hari terakhir.

Emas telah turun dari level tertinggi dua tahun pada 11 Juli lalu menyusul penguatan sebagai dolar AS dan rebound dalam ekuitas sehingga mengurangi permintaan untuk logam kuning ini. Pada hari Selasa, Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan pemerintah belum memutuskan ukuran paket fiskal uang akan dilakukan, dan bahwa keputusan kebijakan moneter berada di tangan BOJ. Hal itu membuat penurunan dalam dolar. Namun, 32 dari 41 responden yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan BoJ akan melonggarkan kebijakan moneter pada pertemuan pada 28-29 Juli nanti.

Holdings di exchange-traded funds yang didukung emas turun 4,5 metrik ton menjadi 2,000.5 ton pada hari Senin, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan. Itu merupakan penurunan terbesar sejak 12 Juli.

Di Cina, bullion kemurnian 99,99 persen berada 0,1 persen lebih tinggi di level 283,49 yuan per gram ($ 1,320.78 per ounce) dari Shanghai Gold Exchange. Di Shanghai Futures Exchange, emas untuk pengiriman Desember menguat 0,2 persen.