Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Emas Mulai Menguat

pt rifan financindo

Rifanfinancindo – Semarang,?Emas menguat untuk menghnetikan dua hari penurunan nya mneyusul penurunan ekuitas dan dolar sebelum pertemuan bank sentral di AS dan Jepang.

Bullion untuk pengiriman segera menguat 0,5 persen ke level $ 1,322.75 per ounce dan diperdagangkan di level $ 1,319.22 pada pukul 09:45 pagi waktu Singapura, menurut harga publik Bloomberg. Logam ini naik 24 persen tahun ini.

Emas telah turun 4 persen dari level tinggi dua tahun nya di level $ 1,375.34 yang dicapai pada 11 Juli lalu seiring menguatnya dolar dan rebound dalam ekuitas sehingga mengurangi permintaan haven. Indeks dolar turun 0,2 persen pada hari Selasa setelah ditutup pada level tertinggi sejak 31 Mei, sedangkan indeks MSCI Asia Pacific melamah 0,2 persen. Sementara itu, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan biaya pinjaman tidak berubah pada hari Rabu, sedangkan ekonom memprediksi Bank of Japan akan meningkatkan stimulus dua hari kemudian.

Emas melayang lebih rendah pada hari Selasa di sesi perdagangan Asia dengan data regional yang sedikit dan investor tepat berfokus pada ulasan suku bunga oleh Federal Reserve minggu ini.

Di divisi Comex Bursa Perdagangan New York, emas untuk pengiriman Desember turun 0,20% menjadi $1,324.70 per troy ounce.

Perak untuk pengiriman September turun 0,39% menjadi $19,570 per troy ounce, sementara tembaga berjangka untuk pengiriman September turun 0,09% menjadi $2,224 per pon.

Semalam, emas beringsut turun dalam perdagangan hati-hati pada Senin, di tengah dolar yang stabil, setelah pelaku pasar melihat ke depan pada awal pertemuan dua hari Federal Reserve di Washington DC untuk petunjuk lebih lanjut prospek tingkat suku bunga bank sentral AS jangka panjang.

Pedagang komoditas sebagian besar tak melakukan aksi perdagangan apapun di hari Senin, karena bersiap untuk mengambil posisi saat dimulainya pertemuan kebijakan moneter dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Juli pada Selasa dini hari. Sementara FOMC kemungkinan tidak akan melakukan penyesuaian suku bunga acuannya, di mana Bank sentral AS tersebut bisa memberikan petunjuk kunci waktu kenaikan suku bunga berikutnya.

Setelah kenaikan suku bunga bersejarah Fed Desember lalu, Komite telah merespon dengan menetapkan Suku Bunga Acuan stabil di masing-masing empat pertemuan pertama di 2016. Ketika Fed menyetujui kenaikan 25 basis poin pada akhir tahun lalu, FOMC meninggalkan tujuh tahun Kebijakan bunga Nol dengan meratifikasi kenaikan suku bunga pertama mereka dalam hampir satu dekade.

Sejak FOMC terakhir bertemu pada pertengahan Juni, rangkaian perkembangan ekonomi dan geopolitik utama sejak FOMC terakhir bertemu pada bulan Juni, bisa memaksa Komite untuk mengubah pandangan jangka panjang. Pada awal Juli, risalah dari pertemuan tersebut menunjukkan bahwa para peserta “umumnya berpikir hal yang bijaksana,” untuk menilai implikasi dari Brexit di pasar keuangan global sebelum memutuskan pada waktu pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Setelah pasar global dengan cepat stabil menyusul kepanikan awal, Gubernur Fed Daniel Tarullo mengatakan pada sebuah forum di Washington bahwa ia merasa sistem keuangan dunia mempersiapkan diri “cukup baik,” untuk menangani dampak dari keputusan Brexit.

Ketua Federal Reserve Janet Yellen belum mengeluarkan komentar publik tentang dampak referendum Inggris pada perekonomian dunia.

FOMC juga akan bersidang untuk pertama kalinya sejak rilis laporan pekerjaan AS bulan Juni relatif optimis, di mana pasar tenaga kerja menambahkan 287.000 pekerjaan non pertanian di bulan lalu. Keuntungan pekerjaan yang kuat bisa menghapus beberapa sentimen negatif dari laporan yang mengecewakan pada bulan Mei ketika ekonomi hanya menambahkan 38.000 pekerjaan non pertanian – total bulanan terendah dalam enam tahun.

Setiap tingkat kenaikan suku bunga oleh FOMC tahun ini dipandang sebagai optimish bullish untuk dolar karena dengan investor asing menumpuk ke greenback untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi.

Di tempat lain, emas tetap terdukung sebagai aset safe-haven setelah para pejabat G20 terkemuka terus mengungkapkan keprihatinan luas pada kekuatan ekonomi global pada konferensi di Chengdu, Cina selama akhir pekan. Emas masih naik lebih dari 5% sejak Inggris Raya meninggalkan Uni Eropa pada 24 Juni, bahkan pasar saham global berada lama di dekat level tertinggi sembilan bulan.

“Kami tegaskan tekad kami menggunakan semua perangkat kebijakan – moneter, fiskal dan struktural – untuk mencapai tujuan kami yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan pertumbuhan inklusif,” kata para pemimpin dalam sebuah pernyataan bersama.