Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Emas Masih Perkasa Di Level Tertinggi, Minyak Lesu

pt rifan financindo

Rifan Financindo – Semarang,?Harga emas tetap stabil di bawah level tertinggi dua tahun di sesi perdagangan Eropa, Rabu (3/8) dengan investor memandang ke depan pada data AS di sesi selanjutnya untuk mengukur kesehatan ekonomi terbesar di dunia itu dan apakah cukup kuat untuk menjamin sebuah kenaikan suku bunga di tahun ini.

AS akan merilis laporan pekerjaan ADP untuk bulan Juli pukul 19.15 WIB dengan analis pasar mengharapkan keuntungan sebesar 170.000 gaji sektor swasta.

Pada pukul 21.00 WIB, Institute of Supply Management AS akan mempublikasikan laporanpertumbuhan sektor jasa untuk bulan Juli, di tengah ekspektasi untuk penurunan moderat.

Emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex Bursa Perdagangan New York merosot $2,55, atau 0,19% diperdagangkan pada $1,370.05 per troy ounce pukul 13.59 WIB.

Sehari sebelumnya, emas melonjak ke $1,374.20, tertinggi sejak 11 Juli, ketika harga melonjak ke posisi tertinggi lebih dari dua tahun di $1,377.50.

Harga logam kuning telah terdukung dalam sesi baru ini di tengah memudarnya harapan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS lebih lambat dari yang diharapkan pada kuartal kedua.

Dana Fed berjangka saat ini hanya menghargai kesempatan 12% dari kenaikan suku bunga pada bulan September. Peluang Desember berada sekitar 38%, dibandingkan dengan 53% pada awal pekan lalu.

Emas sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan bertahap tingkat suku bunga yang lebih tinggi dipandang kurang mengancam harga emas daripada rangkaian peningkatan yang cepat.

Di tahun ini, logam mulia naik hampir 28%, didorong oleh kekhawatiran atas pertumbuhan global dan ekspektasi stimulus moneter.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, merosot ke posisi terendah enam minggu 94,94 pada hari Selasa. Harga terakhir berada di 95,25 Rabu.

Juga di Comex, perak berjangka untuk pengiriman September mereda 1,7 sen, atau 0,08%, diperdagangkan pada $20,71 per troy ounce di awal perdagangan London, sementara tembaga berjangka berkurang 0,9 sen, atau 0,41%, ke $2,200 per pon.

Harga minyak berjuang di dekat posisi terendah bulan April di sesi perdagangan Eropa, Rabu (3/8), tetap di wilayah pasar zona merah dengan investor memandang ke depan pada informasi mingguan baru stok minyak mentah AS dan produk olahan.

Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis laporan mingguan persediaan minyakpukul 21.30 WIB, Rabu di tengah ekspektasi untuk penurunan 1,4 juta barel.

Persediaan bensin diperkirakan turun 200.000 barel sementara stok sulingan, yang meliputiminyak bakar dan diesel, diperkirakan akan turun 482.000 barel, menurut analis.

Setelah pasar ditutup Selasa, American Petroleum Institute mengatakan bahwa persediaan minyak AS turun 1,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 29 Juli. Hal ini juga menunjukkan penurunan sebesar 450.000 barel dalam stok bensin. Untuk persediaan distilasi termasuk diesel, API melaporkan peningkatan sebesar 539.000 barel.

Minyak mentah untuk pengiriman September di Bursa Perdagangan New York jatuh ke sesi terendah $39,38 per barel. Harga terakhir di $39,53 pukul 14.54 WIB, naik 2 sen, atau 0,05%.

Sehari sebelumnya, minyak New York diperdagangkan merosot ke $39,26, tingkat yang tidak terlihat sejak April 18. Minyak mentah berjangka WTI hampir 23% lebih rendah dari level tertinggi tahun 2016 di atas $50 per barel pada awal Juni, secara teknis menempatkannya di wilayah pasar zona merah, dengan tanda-tanda pemulihan kegiatan pengeboran AS yang sedang berlangsung dikombinasikan dengan peningkatan stok produk bahan bakar yang turut membebankan.

Di tempat lain, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun tipis 3 sen, atau 0,07%, ke $41,77 per barel, setelah jatuh ke level terendah lebih dari tiga bulan di $41,51 pada hari Selasa.

Brent berjangka London diperdagangkan turun hampir 21% sejak mencapai puncaknya di atas $50 pada awal Juni, akibat prospek peningkatan ekspor dari produsen Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti Irak, Nigeria dan Libya, menambah kekhawatiran bahwa membanjirnya produk minyak akan memotong permintaan minyak mentah oleh penyuling.

Pasokan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah meningkat menjadi 33,41 juta barel per hari (bph) pada bulan Juli dari revisi 33,31 juta barel per hari pada bulan Juni, menurut survei berdasarkan data pengiriman dan informasi dari sumber-sumber industri.

Minyak Nyangkut di Level Terendah 3 Bulan Jelang Data Persediaan AS