Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Dua Indikator Makroekonomi Ini Jadi Sumber Kekuatan Rupiah

rupiah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Posisi cadangan devisa yang memadai dan kebutuhan pendanaan asing yang relatif rendah di Indonesia tahun ini menjadi salah dua kekuatan bagi pergerakan nilai tukar rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (22/3/2021), rupiah di pasar spot ditutup stagnan pada level Rp14.407 per dolar AS. Tadi pagi, mata uang Garuda sempat tertekan dengan rentang pergerakan hari ini Rp14.406—Rp14.447.

Sementara indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang dunia mengalami kenaikan 0,04 persen menjadi 91.950.

Pelemahan rupiah tadi pagi terimbas kenaikan yield obligasi AS tenor 10 tahun atau US Treasury ke level 1,73 persen sebelum perlahan turun menjadi 1,68 persen. Macroeconomic Analyst Bank Danamon Irman Faiz menjelaskan sambil mengutip data dari Dana Moneter Internasional (IMF) bahwa Indonesia termasuk negara berkembang yang memiliki cadangan devisa memadai.

Pada saat bersamaan, Indonesia juga menjadi negara yang tidak terlalu membutuhkan pendanaan eksternal yang tinggi tahun ini seiring dengan mengerucutnya defisit neraca berjalan (current account deficit/CAD).

Kedua hal tersebut membuat mata uang rupiah menjadi lebih tahan banting ketika berhadapan dengan penguatan dolar AS akibat kenaikan yield Treasury AS.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

“Di sisi domestik, cadangan devisa yang tinggi dan surplus neraca perdagangan seharusnya dapat menopang tekanan tersebut [eksternal],” kata Faiz kepada Bisnis baru-baru ini.

Adapun, kondisi negara dengan cadangan devisa rendah dan kebutuhan pendanaan eksternal tinggi dapat membuat resiko tekanan mata uang suatu negara lebih tinggi ketika indeks dolar AS menguat.

Dari data IMF, Faiz menunjukkan, Indonesia bersama Romania dan Meksiko saat ini masuk ke dalam daftar negara berkembang berperingkat investment grade dengan kecukupan cadangan devisa memadai. Namun, relatif terhadap India dan Filipina, kecukupan cadangan devisa Indonesia memang masih lebih rendah.

Untungnya, Indonesia dan Meksiko memiliki kebutuhan pembiayaan eksternal tahun yang relatif rendah pada tahun ini, seiring dengan mengecilnya CAD. Tidak seperti Rumania dan Kolombia yang memiliki kebutuhan pembiayaan eksternal yang relatif lebih tinggi.

Sumber : Bisnis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG