Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Dow Jones Naik, AS Ditutup Naik Tipis | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

pt rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan Financindo – Semarang, Indeks Dow Jones Industrial Average bergerak naik pada siang hari Selasa yang didorong oleh trio 30 komponennya, menyumbang sekitar 32 poin untuk mengukur indeks blue-chip.

Saham Caterpillar Inc yang diperdagangkan 2,2 % lebih tinggi setelah mencatatkan bullish dari Goldman Sachs, menambahkan sekitar 15 poin ke Dow sementara saham United Technologies Corp naik 0,9 %, menambahkan sekitar 10 poin. Sementara itu, saham Boeing Co menguat 0,9 %, kontribusi sekitar 7 poin. Awal sesi, Dow berada di bawah tekanan, bersama dengan Indeks S & P 500 dan Indeks Nasdaq Composite yang mengancam penurunan untuk periode terpanjang tiga hari, sejak tiga hari yang berakhir 30 Desember, menurut data FactSet.

Pergerakan yang optimis untuk ekuitas menyoroti pelemahan dari euforia yang diikuti kemenangan pemilu Presiden Donald Trump pada November lalu. Valuasi saham dianggap kuat dan keraguan tentang kemampuan presiden untuk menentukan undang-undang agenda kampanye pro-pertumbuhan lebih cepat daripada nanti telah dikutip sebagai sumber retret baru-baru ini.

Saham AS ditutup sedikit lebih tinggi Selasa ini karena investor lebih berhati-hati menjelang pertemuan antara Presiden Donald Trump dani Xi Jinping dari China serta laporan data tenaga kerja Jumat nanti.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 39,03 poin, atau 0,2%, di 20,689.24, dipimpin oleh keuntungan di saham Caterpillar Inc dan Boeing Co Indeks S & P 500 ditutup naik 1,32 poin, atau kurang dari 0,1%, di 2,360.16, dengan sektor energi serta bahan baku memimpin kenaikan. Sementara indeks Nasdaq Composite naik 3,93 poin, atau kurang dari 0,1%, menjadi ditutup pada 5,898.61.

Defisit perdagangan AS menyempit hampir 10% pada bulan Februari, dibantu oleh kenaikan ekspor ke posisi tertinggi 26-bulan dan anjloknya impor mobil dan ponsel.

Defisit jatuh menjadi $ 43,6 miliar pada Februari, lebih dari pengimbangan peningkatan besar pada bulan Januari yang mengangkat defisit perdagangan AS ke posisi tertinggi lima tahun di angka $ 48,2 miliar.

Ekonom yang disurvei MarketWatch memperkirakan defisit sebesar $ 44,5 miliar. Angka sendiri disesuaikan secara musiman.

Ekspor naik 0,2% menjadi $ 192.9 miliar, yang merupakan tingkat tertinggi sejak Desember 2014.

Eksportir AS telah terbantu oleh perbaikan ekonomi global, serta pelemahan dalam nilai dolar, sehingga membuat barang-barang Amerika menjadi agak lebih murah untuk dibeli. Dolar AS yang kuat menggangu ekspor AS dari akhir 2015 hingga pertengahan 2016.

Impor, sementara itu, turun 1,8% pada bulan Februari menjadi $ 236.4 miliar.

AS lebih sedikit mengimpor ponsel dari Korea Selatan dan otomotif serta suku cadang mobil dari Eropa.

Meskipun penurunan pada bulan Februari, defisit perdagangan AS sedang berjalan 3,2% lebih tinggi sampai dua bulan pertama 2017. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016.

Pemerintahan Trump telah menjanjikan pengurangan defisit melalui negosiasi yang ketat dengan mitra dagang mereka. Salah satu arsitek utama presiden pada kebijakan perdagangan berpendapat bahwa defisit perdagangan yang tinggi menimbulkan risiko besar secara ekonomi dan merusak keamanan nasional.

AS mengalami defisit perdagangan sebesar $ 500.6 miliar pada tahun 2016 dan bahkan lebih besar $ 750 miliar untuk barang-barang.

Hampir 70% dari defisit perdagangan AS yakni dengan satu negara: Cina. Akhir pekan ini, Trump dijadwalkan untuk bertemu dengan presiden China di Florida untuk membahas perdagangan, Korea Utara dan isu-isu utama lainnya.

Presiden mengatakan ia mengharapkan pembicaraan akan menjadi “sulit”.