Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Dollar AS Melorot, Minyak Mentah Sentuh Harga Tertinggi Tahun Ini

1515422shutterstock-123187732780x390

Rifan Financindo Berjangka – Melorotnya mata uang dollar AS terhadap mata uang utama dunia, mengirim harga minyak New York ke tertinggi baru tahun 2015 ini, pada perdagangan Selasa (2/6/2015) waktu setempat (Rabu pagi WIB).

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, naik 1,06 dollar AS ditutup pada 61,26 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.

Di perdagangan London, minyak mentah Brent untuk penyerahan Juli naik 61 sen menjadi 65,49 dollar AS per barrel.

Dollar AS melemah lebih dari dua persen terhadap euro, dan 0,5 persen terhadap yen, setelah keluarnya data inflasi Eropa 0,3 persen pada Mei, lebih baik dari yang diperkirakan sehingga mengurangi ketakutan atas deflasi.

“Saya pikir hal terbesar adalah dollar. Ada korelasi pembalikkan sangat kuat dengan harga minyak. Jadi, apa pun dolar bergerak lebih rendah bisa menggerakkan pasar minyak mentah lebih tinggi,” kata Kyle Cooper dari IAF Advisors.

Lonjakan harga terjadi meski masih sedikit perubahan dalam situasi kelebihan pasokan minyak mentah global.

Para pejabat dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menyatakan mereka akan mempertahankan tingkat produksi saat ini ketika mereka bertemu tentang situasi pasar di Wina, Jumat (5/6/2015).

Dipimpin oleh Arab Saudi, OPEC telah mengimbangi penurunan tajam harga selama tahun lalu dengan peningkatan produksi, dalam apa yang beberapa orang percaya adalah strategi untuk mendorong produsen biaya tinggi, terutama produsen-produsen serpih (shale) yang berbasis di Amerika Serikat, keluar dari pasar.

Ketika ditanya apakah strategi OPEC bekerja, Menteri Perminyakan Saudi Ali al-Naimi mengatakan kepada wartawan di Wina, Senin: “Jawabannya adalah ya … Permintaan sedang meningkat. Pasokan sedang melambat. Ini adalah fakta. Pasar sedang mengalami stabilisasi.”

“Anda dapat melihat bahwa saya tidak tertekan, bahwa saya senang,” tambahnya.

Analis mengawasi pertemuan OPEC pada 5 Juni. Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda bahwa kartel akan memotong kuota produksinya pada pertemuan ini.

Kartel mempertahankan kuota produksi 30 juta barel per hari pada pertemuan November tahun lalu.