Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Dolar Menguat, Euro Dan Emas Anjlok Terbenam

Dollar-28-Financeroll-Lukman

Dalam empat bulan terakhir, ini adalah penurunan bulanan Euro yang paling besar. Jatuhnya Euro didukung kondisi domestic Eropa atas spekulasi kemungkinan European Central Bank memangkas suku bunga pada minggu depan. Emas pun terpukul dengan menguatnya Dolar dan jatuhnya Euro ke harga $1,261 per ons.

Indek Dolar untuk pertama kalinya naik sejak Januari silam dalam hitungan kinerja bulanan. Kenaikan ini terjadi sebelum data ekonomi AS diterbitkan dimana diperkirakan angka klaim pengangguran diperkirakan akan menurun. Yen Jepang sendiri dalam perdagangan USDJPY juga diangka rendah dalam dua minggu ini, sejalan dengan menguatnya bursa saham oleh aksi risk appetite investor. Pelaku pasar juga mengantisipasi pernyataan yang akan disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral Jepang, Haruhiko Kuroda pada hari Selasa (28/05). Rubel Rusia menjadi mata uang yang paling bersinar diantara 31 mata uang lainnya dalam bulan ini.

Kenaikan-kenaikan yang terjadi pada Euro sebelumnya, akan diikuti dengan koreksi yang cepat pula. Ditengah potensi keluarnya kebijakan moneter yang lunak oleh ECB, Euro akan berat untuk naik. Diperkirakan bahwa ECB akan menurunkan suku bunga kredit dengan memangkas suku bunga sebesar 0.25 persen dalam pertemuan mereka pada 5 Juni nanti. Mengutip pernyataan Mario Draghi, Presiden ECB bahwa saat ini mereka sangat waspada dan berhati-hati dengan potensi negative yang bisa muncul dari inflasi yang rendah dan kredit.

Euro diperdagangkan dikisaran $1.3636 dan di 139.04 yen. Dolar diperdagangkan di 101.97 yen dari sebelumnya di 101.98, Indek Dolar AS di 1,011.41 dari sebelumnya di 1,011.59, yang merupakan angka tertinggi sejak 7 April. Rubel Rusia menguat sebesar 3.7 persen, Diikuti Rupee India yang naik 2.2 percen.

Klaim pengangguran AS diperkirakan akan turun 318,000 dalam sepekan hingga 24 Mei kemarin dari sebelumnya sebesar 326,000, demikian jajak terkini dari Bloomberg.