Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Dolar AS Melemah Setelah Inflasi Meleset dari Ekspektasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada perdagangan Rabu pagi (15/9/2021) di Asia, setelah data menunjukkan kenaikan inflasi AS bulan lalu lebih lemah dari perkiraan sehingga menciptakan ketidakpastian tentang rencana tapering Federal Reserve.

Adapun, beberapa pejabat Fed telah menyatakan bank sentral AS dapat mengurangi pembelian surat utang pada akhir tahun, tetapi mengatakan kenaikan suku bunga akhirnya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Bank sentral AS akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter dua hari pada minggu depan, dengan investor tertarik untuk mengetahui apakah pengumuman tapering akan dilakukan saat itu.

Kebijakan tapering cenderung menguntungkan dolar karena menunjukkan The Fed selangkah lebih dekat menuju kebijakan moneter yang lebih ketat. Ini juga berarti bank sentral akan membeli lebih sedikit aset utang, secara efektif mengurangi jumlah dolar yang beredar.

Data pada Selasa (14/9/2021) menunjukkan indeks harga konsumen AS, tidak termasuk komponen makanan dan energi yang mudah berubah, naik tipis hanya 0,1 persen pada Agustus. Angka ini menimbulkan keraguan tentang pengurangan pembelian aset tahun ini, ungkap beberapa analis.

Kenaikan IHK inti Agustus juga merupakan kenaikan terkecil sejak Februari dan mengikuti kenaikan 0,3 persen pada Juli. IHK inti meningkat 4,0 persen pada basis year on year (yoy) setelah naik 4,3 persen pada Juli.

“Angka inflasi yang lebih lemah menyebabkan investor mendorong kembali taruhan bahwa Fed dapat bergerak lebih cepat untuk mengurangi pembelian obligasi. Melemahnya inflasi akan membuat The Fed tidak bersemangat untuk bergerak sebelum waktunya,” kata Fiona Cincotta, Analis Pasar Keuangan Senior di City Index.

Dia juga mengutip data indeks harga produsen (IHP) inti AS untuk Agustus yang dirilis minggu lalu, yang juga naik pada kecepatan yang lebih lambat. Tidak termasuk elemen makanan dan energi yang volatil, indeks harga produsen naik 0,3 persen bulan lalu, kenaikan terkecil sejak November lalu. Apa yang disebut IHP inti melonjak 0,9 persen pada Juli.

“Jadi bukti tampaknya menunjukkan bahwa puncak inflasi telah berlalu. Itu mengatakan, kemacetan rantai pasokan diperkirakan akan bertahan untuk sementara waktu sehingga tidak mungkin IHP atau IHK akan turun secara dramatis atau cepat,” tambah Cincotta.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

Indeks dolar AS sedikit turun di 92,601, menjauh dari level tertinggi lebih dari dua minggu pada Senin (13/9/2021). Euro bergerak datar terhadap dolar di 1,1807 dolar.

Selera risiko juga memburuk pada Selasa (14/9/2021), dengan saham Wall Street turun sementara harga obligasi pemerintah AS naik tajam, mendorong imbal hasil lebih rendah.

Investor melihat inflasi yang melambat di masa lalu dan fokus pada ketidakpastian tentang pertumbuhan AS yang sekarang diselimuti oleh dampak ekonomi dari varian Delta.

Terhadap mata uang aman (safe-haven) franc Swiss, dolar AS turun 0,4 persen menjadi 0,9189 franc. Tehadap safe-haven lainnya, yen Jepang, dolar AS juga turun 0,4 persen menjadi 109,615 yen.

Sementara itu, dolar Australia jatuh ke level terendah dua minggu setelah Gubernur Reserve Bank of Australia Philip Lowe melukiskan prospek kebijakan yang sangat dovish tanpa kenaikan suku bunga hingga 2024.

Dolar Australia terakhir turun 0,7 persen pada US$0,7319. Dari pasar mata uang kripto, Bitcoin naik 3,1 persen pada US$46.400 dan Ether berpindah tangan pada US$3.344 atau naik 1,9 persen.

Sumber : Bisnis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Leave a Reply