Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Dolar Bergairah

Dolar menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada hari Jumat karena penurunan tajam harga minyak yang memicu kekhawatiran atas risiko deflasi di Jepang dan zona euro, dan menekan komoditas mata uang menuju level rendah.

Harga minyak jatuh menyusul keputusan Organisasi Negara Pengekspor Minyak pada hari Kamis untuk mempertahankan kuotaproduksi agar tidak berubah yang mana hal ini memicu kekhawatiran atas pasokan banjir global.

Indeks dolar AS naik 0,45% menjadi 88,41pada Jumat malam, tidak jauh dari posisi tertinggi empat tahun yaitu 88,52 pada hari Senin.

USD / JPY naik 0,73% menjadi 118,59 pada akhir perdagangan, mendekati puncak tujuh tahun (118,96) pada tanggal 20 November.

EUR / USD merosot 0,11% menjadi 1,2451 akhir Jumat, mendekati posisi terendah selama dua tahun pada Senin yaitu 1,2359.

Di zona euro, data pada hari Jumat menunjukkan bahwa inflasi tahunan melambat ke level terendah dalam lima tahun sebesar 0,3% pada bulan November. Data yang lemah dipandang sebagai meningkatnya kemungkinan bahwa Bank Sentral Eropa akanmenerapkan langkah-langkah pelonggaran kuantitatif.

Kemerosotan harga minyak mendorong mata uang rubel Rusia ke rekor terendah terhadap dolar dan euro, dengan USD / RUBsampai 2.04% menjadi 50,28 dan EUR / RUB naik 2,23% ke 62,60 pada akhir perdagangan.

Komoditas dolar Kanada jatuh ke posisi ?tiga minggu terendah? terhadap greenback, dengan USD / CAD naik 0,74% menjadi1,1414, sedangkan krone Norwegia jatuh ke level terendah dalam lima tahun, dengan USD / NOK naik 1,5% menjadi 7.03.