Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Dolar Australia Merana

aussi

Rifan Fianncindo Berjangka Semarang – Pergerakan dolar Australia melemah untuk ke-9 kalinya seiring melemahnya harga komoditas sehingga membuat outlook pertumbuhan ekonomi negeri kangguru ini menjadi melambat.

Pergerakan dolar Australia yang melemah menuju level terendah sejak 1983 juga dikarenakan oleh pergerakan harga minyak mentah yang melemah menuju level terendah selama lebih dari 5 tahun.

Sedangkan dolar Amerika tampak melemah meskipun secara umum masih dalam tren penguatan terhadap mata uang utama lainnya seiring melemahnya pergerakan pasar saham Asia yang membuat investor kembali bergairah.

Kami berpendapat bahwa pergerakan dolar Australia selanjutnya berpotensi melemah mengikuti jejak melemahnya harga minyak mentah dunia serta melambatnya outlook pertumbuhan ekonomi global selain karena faktor tren penguatan the green back.

Langkah Aussy juga terjegal oleh data ekspor November Tiongkok yang hasilnya meningkat 4,7% dan data impor (YoY basis) Tiongkok yang hasilnya menurun 6,7% dimana Tiongkok merupakan partner kegiatan ekspor-impor Australia.

Sementara itu euro tampak menguat 0,10% namun masih dalam tren pelemahan setelah pejabat bank sentral Eropa Ewald Nowotny memperingatkan bahwa ekonomi zona euro dalam keadaan ?massive weakening? dan target inflasi bulan berikutnya kemungkinan akan menurun.

Selain itu data yang telah dirilis adalah data industrial production Oktober Jerman hasilnya meningkat 0,2% dimana data tersebut adalah cerminan dari pertumbuhan ekonomi Jerman selama lebih dari 4 kuartal.