Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Didesak Potensi Pembengkakan Pasokan, Harga Minyak Mentah Ditutup Ambles

Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak mentah di bursa komoditas Amerika Serikat kembali melemah signifikan pada akhir perdagangannya Selasa dini hari tadi (17/3). Harga komoditas ini terpenggal turun dan mencapai posisi paling rendah dalam 6 tahun belakangan. Sinyal kenaikan output di Amerika Serikat dan Libya serta kemungkinan berakhirnya sanksi terhadap ekspor minyak Iran telah membuka aksi jual besar-besaran di kalangan para pelaku pasar.

Diestimasikan bahwa pasokan minyak mentah di Cushing, Oklahoma mengalami kenaikan lebih dari 3 juta barel. Dengan tingginya pasokan tersebut diperkirakan pasokan di Amerika Serikat akan kembali capai level rekor tertinggi untuk 10 minggu berturut-turut.

Di Libya output minyak mentah mengalami peningkatan menjadi sekitar 490,000 barel per hari. Jumlah output tersebut dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa pekan lalu. Sedangkan kabarnya Amerika Serikat dan Iran sudah mulai mendekati proses kesepakatan mengenai program nuklir Iran yang akan menghentikan sanksi terhadap ekspor minyak mentah dari negara tersebut.

Harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak April yang merupakan kontrak paling aktif saat ini ditutup dengan pelemahan sebesar 1,32 dollar atau 2,92 persen di level 43,83 dollar per barel. Harga sempat terpukul hingga ke posisi 42,85 dollar, terendah sejak tahun 2009.

Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak bulan April terpantau turut mengalami penurunan yang signifikan. Harga ditutup melemah sebesar 1,29 dollar menjadi 53,38 dollar per barel. Harga juga sempat mengalami penurunan ke level terendah dalam 6 minggu belakangan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini berpotensi untuk melanjutkan pelemahannya. Dominannya sentimen negatif pembengkakan pasokan minyak mentah global menjadi faktor utama yang menekan harga komoditas tersebut.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI kontrak April diperkirakan akan mengalami level resistance di 46,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 48,00 dollar. Jika terjadi pelemahan harga akan menemui support pada posisi 42,00 dollar dan 40,00 dollar.