Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Devaluasi Yuan Tekan Bursa Wall Street

289628_bursa-efek-new-york_663_382

Rifan Financindo Berjangka – Bursa saham Amerika Serikat ditutup turun sekitar satu persen, pada Selasa 11 Agustus 2015, waktu New York. Hal itu dipicu oleh kebijakan tak terduga Bank Sentral Tiongkok, mendevaluasi, atau menurunkan nilai mata uang nasionalnya, yuan, terhadap dolar AS. Yuan sudah berada di level terendah dalam tiga tahun terakhir.

Dilansir CNBC, Rabu 12 Agustus 2015, bursa AS kembali melemah, usai sehari sebelumnya berhasil naik, setelah tujuh hari pengalami penurunan.
Indeks Dow Jones turun 1,21 persen, atau 212 poin ke posisi 17.402. Indeks S&P terkoreksi 20 poin, atau 0,96 persen ke level 2.084. Sedangkan indeks Nasdaq melemah 65 poin, atau 1,27 persen menjadi 5.036,79.
Bursa Wall Street tertekan, setelah Bank Sentral China menurunkan mata uang yuan terhadap dolar AS, sebagai bentuk kebijakan agar produknya lebih kompetitif di pasar global dan untuk mendongkrak ekspor. Hal itu menimbulkan kekhawatiran baru dan memicu sentimen negatif pasar terkait semakin lemahnya pertumbuhan ekonomi negara ekonomi terbesar kedua dunia itu.
Nilai ekspor China pada Juli turun 8,3 persen, lebih buruk dari yang diperkirakan pasar sebelumnya. Sementara itu, indeks harga produsen turun 5,4 persen dibandingkan Juli tahun lalu.
Kepala strategis investasi Janney Montgomery Scott, Mark Luschini, mengatakan ada intrepretasi bahwa dolar AS akan semakin menguat terhadap mata uang yuan dan lebih jauh menguat terhadap mata uang multinasional.
Mata uang dolar AS diperdagangkan lebih tinggi terhadap mata uang Eropa, euro. Kurs euro berada di atas US$41,1, di tengah negosiasi dana talangan Yunani dengan para kreditor. (asp)