Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Depresiasi Rupiah, IHSG Diprediksi Cenderung Melemah

ihsg+2-ok

Rifan Financindo Berjangka – Perdagangan hari ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif, dibayangi pergerakan nilai tukar rupiah yang cenderung melemah.

Menurut Analis First Asia Capital David N Sutyanto, kekhawatiran kenaikan tingkat bunga The Fed bulan ini menjadi sentimen pelemahan rupiah dan berdampak negatif bagi aset berisiko.
“IHSG diperkirakan bergerak dengan support (batas bawah) di level 4.270 dan resisten (batas atas) di 4.370 cenderung melemah,” ujarnya pada VIVA.co.id, Selasa, 8 September 2015.
David mengungkapkan, tekanan jual kembali mendominasi perdagangan saham kemarin. Sehingga IHSG terkoreksi tajam hingga 113,978 poin (2,58 persen) di 4.301,365.
Minimnya insentif positif dan depresiasi rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) yang mendekati level Rp14.300, menyusul meningkatnya kekhawatiran kenaikan tingkat bunga The Fed pada pertemuan The Fed bulan ini, telah memaksa pasar melepas aset berisiko.
Pada perdagangan kemarin penjualan bersih asing mencapai Rp488,93 miliar. Sedangkan nilai transaksi di pasar reguler hanya Rp2,67 triliun.
Dari domestik, kata David, selain pelemahan rupiah atas dolar AS, pasar juga dicemaskan dengan turunnya cadangan devisa Indonesia menjadi US$105,3 miliar, posisi terendah sejak April 2014 lalu.
“Tekanan atas IHSG kemarin kembali menegaskan tren bearish (penurunan) pasar saham. Hampir seluruh saham sektoral terkoreksi,” ujarnya.
Anjloknya IHSG, depresiasi rupiah atas dolar AS hingga mendekati Rp14.300, turunnya cadangan devisa, kebijakan uang ketat Bank Indonesia (BI), perlambatan pertumbuhan ekonomi mencerminkan rendahnya daya tahan perekonomian domestik terhadap gejolak perekonomian global.