Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Data Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi Penentu Laju IHSG

Saham ISHG Naik 26 Poin

Rifan Financindo Berjangka – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan Selasa pekan ini. Rilis data pertumbuhan ekonomi akan pengaruhi laju IHSG.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan kenaikan IHSG ditopang oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal II 2015. “Faktornya pasar menanti data pertumbuhan ekonomi kuartal II yang lebih baik dari kuartal I,” kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Ekonom Bank DBS, Gundy Cahyadi memperkirakan, pertumbuhan ekonomi tetap di bawah 5 persen pada kuartal II 2015. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan 4,7 persen. Sehingga pertumbuhan ekonomi berpeluang tidak lebih tinggi dari 4,9 persen sepanjang 2015. Hal itu sudah memperhitungkan belanja fiskal menjelang akhir tahun.

“Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2015 bahkan mungkin lebih rendah, jika tidak melihat perbaikan dalam laju pengeluaran fiskal ke depan,” tutur Gundy.
Meski demikian, Gundy memperkirakan, data perdagangan tetap kuat pada Juni 2015. Hal itu didukung dari impor dan ekspor tertekan.

Pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh sentimen dari Amerika Serikat (AS) antara lain, perkembangan data manufaktur dan pengangguran. “Kalau manufaktur sepertinya kurang baik tapi tenaga kerja bagus,” tambahnya.

Dia memprediksi, IHSG bergerak pada level support 4.780-4.750. Sementara resistance pada level 4.835-4.850. Riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan IHSG bergerak variatif. Sentimen regional dan domestik mempengaruhi kinerja indeks saham.

“Dari Amerika Serikat akan merilis data ISM manufacturing PMI yang diperkirakan ke level 54 dari sebelumnya di 53,6. Sedangkan dari dalam negeri menantikan rilisnya data consumer confidence yang sebelumnya di level 111,3,” tulis riset tersebut.

Dalam riset itu memperkirakan IHSG berada pada level support 4.778. Sementara resistance pada 4.837. Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memperkirakan IHSG bergerak pada level support 4.770-4.785 dan resistance pada level 4.825-4.845.

Dia mengatakan, pelaku pasar telah melakukan penyesuaian terhadap rilis kinerja emiten yang mayoritas mengalami penurunan. Lanjutnya, pelaku pasar kemungkinan akan mencermati sentimen dari bursa global.

“Jika aksi jual berlanjut, maka tidak menutup kemungkinan laju IHSG akan kembali melanjutkan pelemahannya,” kata dia.

Untuk saham, Hans merekomendasikan akumulasi saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Kemudian, jual ketika menguat PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). (Amd/Ahm)