Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Data Final Pertumbuhan Aktivitas Manufaktur Tiongkok Melambat

Sebuah survei swasta melaporkan pada hari Selasa ini (30/9/2014) bahwa kegiatan sektor pabrik besar di Tiongkok menunjukkan tanda-tanda cukup baik pada bulan September ini. Sebagian besar pesanan ekspor menunjukkan kenaikan, hal ini tentu secara langsung mengurangi kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang diprediksi flat.

Skor Final HSBC / Markit Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) masih tercatat masih pada skor yang sama yaitu sebesar 50.2 di bulan September, tidak berubah dari bulan Agustus, tapi memang masih lebih rendah dari prediksi awal yang memperkirakan dapat naik tipis menjadi 50.5.

Sebuah sub-indeks yang mengukur pesanan ekspor baru, mengukur? dari permintaan eksternal, mengalami ekspansi dalam 4.5 tahun terakhir ke level tertingginya di 54.5.

Seperti diketahui, ekonomi terbesar kedua di dunia ini telah tersandung sebagai akibat dari perlambatan pertumbuhan di pasar perumahan karena menurunnya permintaan domestik. Untuk memulihkan pasar perumahan, ekonom menyarankan para pembuat kebijakan di Tiongkok segera menggelar langkah-langkah stimulus lanjutan dalam beberapa bulan mendatang untuk memenuhi target pertumbuhannya di tahun 2014 yaitu sekitar 7,5 persen.

Secara keseluruhan, data pada bulan September ini telah menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur terus berkembang dengan lambat. Meskipun lonjakan kuat dalam pesanan ekspor, tingkat output secara keseluruhan jatuh ke titik terendah dalam empat bulan terakhir, namun berhasil bertahan di atas level 50 poin.

Tiongkok akan kembali merilis tingkat output pabrik PMI resmi, pada Rabu mendatang. Rilis data tersebut sangat diharapkan menunjukkan pertumbuhan yang mantap. PMI resmi difokuskan pada pabrik-pabrik besar milik pemerintah, yang berkebalikan dengan survei yang dilakukan oleh HSBC / Markit PMI yang mensurvey produsen kecil di sektor swasta.

Perusahaan-perusahaan kecil menghadapi tekanan keuangan yang lebih besar karena beberapa pelanggan mereka memiliki daya beli yang melemah sehingga telat membayar tagihan. Perusahaan kecil juga dipandang lebih sulit mendapatkan kredit karena perbankan lebih berhati-hati dalam menghadapi meningkatnya kredit macet dan potensi default.

Seperti diketahui, regulator perbankan di Tiongkok telah mengatakan sebelumnya bahwa mereka telah mengeluarkan revisi pedoman pengendalian internal bagi bank untuk memastikan bahwa risiko yang tepat kontrol manajemen telahdiadopsi, sekaligus meningkatkan hukuman untuk setiap pelanggaran.

Penerbitan pedoman ini dikeluarkan beberapa hari setelah bank sentral China (PBOC) memulai program ditargetkannya ketersediaan dana sebesar 500 miliar yuan ($ 81.600.000.000) dalam jangka pendek jangka pendek untuk lima bank terbesar Tiongkok dalam rangka membantu perekonomian dengan menjaga biaya pinjaman terjangkau.