Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Co-Working Space Menjamur Berkat Startup

Rifan Financindo Berjangka – Terus menjamurnya perusahan rintisan digital atau startup di Indonesia turut membuka peluang usaha untuk menyediakan jasa berbagi kantor virtual dalam bentuk creative co-working space.

Sinyal ini muncul mengingat perusahaan startup yang menerima pendanaan pada kuartal pertama 2015 mencapai hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

?Perkembangan ini disertai dengan tingginya angka freelancer yang mencapai 53%. Ini mendorong Conclave untuk hadir dan menggarap proyek di Indonesia guna turut serta membangun ekosistem startup lokal yang kuat,” kata CEO Conclave Rendy Latief dalam email, Kamis (18/6/2015).

Diungkapkannya, di Indonesia keberadaan co-working space masih sangat minim. Sementara industri kreatif, startup, serta freelancer terus bertumbuh. “Ini adalah era Web 2.0. di mana kita tidak dibatasi dengan cubicle serta desktop PC yang berat.”

“Conclave hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mereka. Conclave bukan sekadar ruang berkarya. Di sini, mereka bisa mengembangkan jaringan seluas-luasnya melalui interaksi dengan para tenant lainnya. Kami ingin membangun ekosistem startup lokal yang kuat, dan itu bisa dimulai dari Conclave,? paparnya.

Dalam catatan, sepanjang kuartal pertama 2015 terdapat 93 startup di Asia Tenggara yang menerima pendanaan hingga mencapai USD 650 juta atau setara Rp 8,46 triliun. Angka yang tidak sedikit, bahkan terbilang fantastis.

Salah satu negara yang menjadi sorotan adalah Indonesia, di mana jumlah startup yang menerima pendanaan pada kuartal satu tahun ini mencapai 24 startup, tumbuh nyaris dua kali lipat jika dibandingkan tahun sebelumnya, 14 startup.

Conclave menggarap sebuah projek creative co-working space di Indonesia, tepatnya di Jl. Wijaya I no. 5C Jakarta Selatan.Freelancer, designer, publisher, copywriter, hingga startup yang belum menjangkau sewa ruang kantor di gedung-gedung prestisius, menjadi segmen yang dituju Conclave.

CFO yang juga Co-Founder Conclave Aditya Hadiputra, menambahkan Conclave merupakan projek creative co-working space dengan kapasitas empat lantai yang bertujuan menjadi wadah bertukar pikiran, belajar, sekaligus kantor bersama bagi para startup serta pelaku industri kreatif di Indonesia.

?Ini alasan kami membangun Conclave, sebuah lingkungan kerja yang sangat nyaman dengan fasilitas perkantoran yang lengkap dan memadai, bahkan lebih efisien dari gedung-gedung perkantoran di Ibukota,? katanya.

Untuk menunjang aktivitas para penyewa dan penghuni, Conclave menyediakan ruang kerja yang luas dan nyaman, ruang rapat, auditorium, perpustakaan, ruang hiburan dan game. Seluruh fasilitas tersebut kian lengkap dengan adanya kamar mandi plus shower. Hampir sempurna untuk aktivitas bekerja sehari-hari.

Conclave pun menyediakan kantor virtual (virtual office) dan domisili bagi perusahaan yang membutuhkan alamat pos atau korespondensi, serta kedai MiKoRo (Mie, Kopi, dan Rokok), yang buka sampai jam 3 pagi setiap hari.

Sejak dibuka pada 20 Desember 2014, Conclave hingga saat ini mencatat sekitar 200 anggota baru setiap bulannya. Fenox Venture Capital, JobForward, Local.co.id, Fabelio, Monk’s Hill Ventures, adalah sederet nama yang telah menjadi tenant Conclave.

Untuk menjadi anggota, calon tenant dapat memilih salah satu dari sejumlah paket fasilitas sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari Rp50.000/jam, Rp200.000/hari, Rp1.000.000/7 hari, hingga Rp12.500.000/team setiap bulan.

Tiap-tiap paket memiliki fasilitas yang variatif, mulai dari akses ruang kerja, printing, scanning, free flow espresso, shower room, serta akses Wi-Fi berbasis fiber optik berkecepatan 50 Mbps.

Conclave juga menyediakan ruang Auditorium berkapasitas 125 orang yang disewakan seharga Rp1.000.000/jam, dan ruang rapat berkapasitas 10 orang seharga Rp250.000/jam.

“Kami berkomitmen untuk memperluas jaringan Conclave ke kota-kota lainnya di Indonesia. Tentunya hal ini dengan mempertimbangkan kesiapan pasar, startup scene, serta komunitas di tiap-tiap kota tersebut. Jika sudah siap, maka kami akan segera hadir untuk memenuhi kebutuhan mereka,” pungkas Rendy.