Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Category Archives: news

Wall Street Bergerak Datar Menanti Hasil Pertemuan The Fed

saham-wall-street-131104d

Rifan Financindo Berjangka– Saham berjangka AS datar dalam perdagangan semalam karena investor bersiap untuk komentar dari Federal Reserve pada hari Rabu.

Dikutip dari CNBC, Rabu (16/9/2020), Dow berjangka naik 12 poin. S&P 500 dan Nasdaq 100 berjangka juga dibuka flat, dengan keuntungan masing-masing 0,02 persen dan 0,07 persen.

Penghasilan yang lebih baik dari perkiraan dari FedEx dan Adobe setelah bel meningkatkan sentimen. FedEx merilis kuartal besar dengan pendapatan USD 2,18 per saham di atas perkiraan analis, didorong oleh ledakan e-commerce. Perusahaan perkapalan menguat lebih dari 9 persen dalam perdagangan. Adobe melonjak 2 persen setelah beberapa jam.

Pada hari Selasa, Dow ditutup naik tipis, setelah memperoleh lebih dari 200 poin di awal sesi. Saham Apple turun dari posisi tertinggi setelah acara produk baru raksasa teknologi itu, menyeret turun rata-rata 30 saham.

S&P 500 naik 0,5 persen, meskipun ada kelemahan dalam keuangan. Selasa menandai hari ketiga kenaikan berturut-turut untuk 500-saham indeks.

Saham teknologi melanjutkan reli mereka. Nasdaq Composite naik 1,2 persen, membawa kenaikan mingguan hingga saat ini menjadi lebih dari 3 persen. Indeks teknologi berat merosot di wilayah koreksi pekan lalu dan mengalami kinerja mingguan terburuk sejak Maret.

Data ekonomi positif di AS dan China pada hari Selasa meningkatkan sentimen pasar saham pada hari Selasa.

“Optimisme didukung oleh aliran berita ekonomi yang baik, berita pendapatan yang sehat, dan prospek untuk mendapatkan berita yang lebih menghibur dari Federal Reserve besok yang menunjukkan mereka tetap berkomitmen untuk membiarkan pemulihan berjalan panas sambil terus memberikan kebijakan yang mendukung,” Jim Paulsen , kepala strategi investasi di Leuthold Group, mengatakan kepada CNBC.

Rabu menandai hari kedua pertemuan kebijakan Federal Reserve, yang pertama sejak Ketua Jerome Powell mengumumkan perubahan kebijakan ke arah toleransi inflasi yang lebih besar, secara efektif berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama. Investor secara luas berharap bank sentral mempertahankan sikap suram terhadap perekonomian.

Komite Pasar Terbuka Federal akan memberikan pembaruan triwulanan tentang perkiraan untuk PDB, pengangguran dan inflasi. Bank sentral dapat memberikan panduan yang lebih jelas tentang apa yang diperlukan untuk menaikkan suku bunga di masa depan.

“The Fed tidak suka terlibat dalam politik, meskipun secara inheren merupakan lembaga politik tetapi dua bulan sebelum pemilihan adalah waktu yang sangat sulit untuk mengesampingkan politik Anda,” kata David Zervos, kepala strategi pasar di Jefferies, di CNBC. “Anda hanya perlu berharap bahwa akan ada pemikiran tentang politik,” pungkasnya.

Data penjualan ritel Agustus akan dirilis pada 8:30 pagi pada hari Rabu. Analis yang disurvei oleh FactSet memperkirakan kenaikan 1,1 persen, dibandingkan dengan kenaikan 1,2 persen di bulan Juli.

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

Rifan Financindo Berjangka

sumber : liputan6.com

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Luhut: Presiden Perintahkan dalam Waktu 2 Minggu Kasus Harian Covid-19 Harus Turun

883199_720

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rifan Financindo Berjangka– Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan diperintahkan Presiden Jokowi untuk fokus menangani COVID-19 di sembilan provinsi yang berkontribusi besar terhadap total kasus secara nasional.

Luhut, yang juga Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, bersama Kepala Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) Doni Monardo diperintahkan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menangani kasus COVID-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua.

“Presiden perintahkan dalam waktu dua minggu kita harus bisa mencapai tiga sasaran yaitu penurunan penambahan kasus harian, peningkatan recovery rate (tingkat kesembuhan) dan penurunan mortality rate (tingkat kematian),” kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 14 September 2020.

Atas instruksi itu, Luhut pun mengundang kepala daerah serta pimpinan TNI/Polri di sembilan provinsi tersebut untuk melakukan rapat koordinasi secara virtual. Dalam rapat koordinasi pula hadir Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menkopolhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendi, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Kepala BNPB Doni Monardo.

Sementara itu, kepala daerah yang hadir dalam pertemuan virtual tersebut yakni Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Luhut menjelaskan alasan Presiden memerintahkannya untuk berkonsentrasi lebih dahulu ke sembilan provinsi tersebut adalah karena delapan provinsi, selain Papua, di antaranya berkontribusi terhadap 75 persen dari total kasus atau 68 persen dari total kasus yang masih aktif.

Ia juga menjelaskan untuk mencapai tiga sasaran penanganan penularan COVID-19 di sembilan provinsi utama itu, pihaknya telah menyusun tiga strategi.

“Operasi yustisi untuk penegakan disiplin protokol kesehatan, peningkatan manajemen perawatan pasien COVID-19 untuk menurunkan mortality rate dan meningkatkan recovery rate serta penanganan secara spesifik klaster-klaster COVID-19 di setiap provinsi,” terangnya.

Menurut Luhut, operasi yustisi dilakukan sebagai upaya menegakkan pelaksanaan protokol kesehatan yang masih kerap diabaikan masyarakat.

“Kita harus melakukan operasi yustisi untuk menegakkan pelaksanaan protokol kesehatan karena kalau kita tidak tindak keras pelanggarnya, maka mau PSBB sampai 10 kali juga kondisi tidak akan segera membaik,” tegasnya.

Luhut menambahkan dalam dua hari mendatang rapat-rapat teknis dengan semua provinsi akan digelar secara intensif.

“Saya minta masing-masing provinsi untuk menajamkan strateginya, harus jelas pembagian tugasnya siapa berbuat apa dan kita deploy (menyebarkan) semua sumber daya yang kita miliki,” katanya yang dikutip dari Antara.

Sementara itu, Mahfud MD mengingatkan para kepala daerah perlunya mengubah peraturan gubernur (pergub), peraturan bupati (perbub) atau peraturan wali kota (perwali) menjadi peraturan daerah (Perda) agar polisi dapat menerapkan aturan pidana pada operasi yustisi.

“Operasi yustisi itu kaitannya dengan penegakan hukum pidana, sementara menurut undang-undang (UU), pergub, perbub atau Perwali tidak boleh memuat sanksi pidana,” katanya.

Mahfud pun menyarankan para kepala daerah segera memproses perubahan peraturan tersebut menjadi perda ke DPRD. Sementara itu, saat ini di seluruh Indonesia hanya dua pergub yang telah menjadi perda.

“Tetapi seumpama polisi mau melakukan hukuman pidana itu di luar pergub masih memungkinkan, misalnya pakai UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular,” imbuhnya.

Dengan memakai UU tersebut, lanjut Mahfud, polisi dapat menuntut pelanggar dengan ancaman hukuman pidana penjara selama-lamanya satu tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp1.000.000.

Pada Senin ini operasi yustisi telah diterapkan secara serentak di sembilan provinsi. Namun demikian, ada beberapa provinsi yang sebelumnya juga telah menerapkan operasi yustisi untuk menindak tegas pelanggar protokol COVID-19 sebelum keluar perintah Presiden Joko Widodo hari ini. Provinsi tersebut antara lain Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

Rifan Financindo Berjangka

sumber : liputan6.com

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

PSBB Total Jakarta Mulai Berlaku, Ini yang Boleh Beroperasi dan Tidak

044934100_1592318809-20200616-Kota-Kasablanka-1

Rifan Financindo Berjangka– Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total akan mulai diberlakukan hari ini, Senin 14 September 2020. Dia membeberkan beberapa sektor yang masih diizinkan beroperasi dan harus ditutup.

“Selama PSBB, 11 sektor usaha ini tetap boleh beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan membatasi kapasitasnya 50 persen,” ujar Anies dalam konferensi pers secara daring, Minggu (13/9/2020).

11 sektor yang masih diizinkan beroperasi di saat PSBB total adalah:

  1. Sektor kesehatan
  2. Sektor pangan (makanan dan minuman)
  3. Sektor energi
  4. Sektor komunikasi dan teknologi informasi
  5. Sektor keuangan (perbankan, sistem pembayaran, pasar modal)
  6. Sektor logistik
  7. Sektor perhotelan
  8. Sektor konstruksi
  9. Sektor indsutri strategis
  10. Sektor pelayanan dasar utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu
  11. Sektor kebutuhan sehari-hari.

Anies juga menuturkan, apa saja yang ditutup selama PSBB. Seperti sekolahan dan kawasan wisata ditutup sementara.

Berikut tempat yang ditutup:

  1. Sekolah dan institusi pendidikan
  2. Kawasan wisata dan taman rekreasi
  3. Taman kota dan RPTRA
  4. Sarana olahraga publik (olahraga dilakukan secara mandiri di lingkungan sekitar rumah)
  5. Tempat resepsi pernihakan (pernikahan dan pemberkatan perkawinan dapat dilakukan di KUA atau kantor catatan sipil).

Sementara kegiatan esensial yang dapat beroperasi dengan pembatasan kapasitas adalah:

  1. Kantor perwakilan negara asing dan/atau organisasi internasional dalam menjalankan fungsi diplomatik dan konsuler serta fungsi lainnya
  2. BUMN/BUMD yang turut serta dalam penanganan Covid-19 dan/atau dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat
  3. Organisasi kemasyarakatan lokal dan internasional yang bergerak pada sektor sosial dan/atau kebencanaan

Anies menyebut, bila ditemukan kasus positif Covid-19 di lokasi yang buka, maka akan langsung ditutup.

“Bila ditemukan kasus positif pada lokasi kegiatan-kegiatan di atas, maka seluruh usaha dan kegiatan pada lokasi tersebut harus ditutup paling sedikit selama 3 hari operasional,” jelas Anies.

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

Rifan Financindo Berjangka

sumber : liputan6.com

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Satpol PP DKI Sudah Terapkan Sanksi Progresif bagi Pelanggar PSBB

Screenshot_2020-09-11 Satpol PP DKI Sudah Terapkan Sanksi Progresif bagi Pelanggar PSBB

 

 

 

 

 

 

 

 

Rifan Financindo Berjangka– Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta Arifin mengatakan pihaknya telah menerapkan sanksi progresif bagi pelanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota.

Arifin menjelaskan, denda progresif tersebut dimasukkan melalui aplikasi JakAPD. Kemudian, untuk sanksi progresif tersebut, mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 79 Tahun 2020.

“Ya itu (denda progresif) sudah mulai berjalan karena aplikasinya sudah jalan. JakAPD yaitu Jakarta Awasi Peraturan Daerah,” ucap Arifin di Balai Kota Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Kendati demikian, Arifin menyampaikan saat ini belum ada pelanggar perorangan ataupun sektor usaha yang mendapatkan sanksi progresif karena data pelanggar sebelumnya belum diinput pada aplikasi Jak APD.

“Belum ada yang kena pelanggaran progresif. Yang mulai diberlakukan itu ketika orang melakukan pelanggaran itu diinput ke JakAPD. Jadi sekian ratus ribu itu melakukan pelanggaran masker itu tidak bisa dimasukkan ke dalam sistem aplikasi JakAPd. Karena aturannya yang baru ini (Pergub) 79 dengan JakAPD. Yang sebelumnya tidak berlaku itu,” katanya.

Lebih lanjut, Arifin mengatakan hingga saat ini sudah ada sekitar 10 ribu pelanggar yang terinput dalam aplikasi JakAPD. Sehingga seterusnya jika data pelanggar tersebut melakukan pelanggaran yang sama akan dilakukan sanksi progresif.

Arifin menyampaikan, data pelanggar yang diinput ke dalam aplikasi Jak APD hanya pelanggar perorangan yang kedapatan tidak mengenakan masker.

“Lebih kurang di atas 10 ribu pelanggar. Jadi masker yang kita masukkan data,” ucapnya seperti dikutip Antara.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi “menginjak rem darurat” yang mencabut kebijakan PSBB transisi dan mengembalikannya kepada kebijakan PSBB yang diperketat.

“Dengan melihat keadaan darurat ini di Jakarta, tidak ada pilihan lain selain keputusan untuk tarik rem darurat. Artinya kita terpaksa berlakukan PSBB seperti awal pandemi. Inilah rem darurat yang harus kita tarik,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020) malam.

Anies mengatakan, kebijakan itu diambil setelah Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta menggelar rapat pada Rabu lalu. Saat itu, rapat dihadiri oleh Forum Pimpinan Komunikasi Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta.

Alasan Anies untuk mengambil keputusan tersebut bagi Jakarta, karena tiga indikator yang sangat diperhatikan oleh Pemprov DKI Jakarta yaitu tingkat kematian, ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU khusus Covid-19 dan tingkat kasus positif di Jakarta.

“Dalam dua pekan angka kematian meningkat kembali, secara persentase rendah tapi secara nominal angkanya meningkat kembali. Kemudian tempat tidur ketersediaannya maksimal dalam sebulan kemungkinan akan penuh jika kita tidak lakukan pembatasan ketat,” ucap Anies menambahkan.

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

Rifan Financindo Berjangka

sumber : liputan6.com

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Prediksi Harga Emas di Pekan Ini, akan Kembali Meroket?

Screenshot_2020-08-31 Akhir Pekan, Harga Emas Melonjak Lagi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rifan Financindo Berjangka– Kebangkitan momentum bullish dalam dolar AS merupakan konsekuensi paling signifikan untuk harga emas pekan ini. Prospek jangka pendek datang saat pasar emas bersiap untuk mengakhiri perdagangan minggu lalu dalam kisaran hampir USD 80.

Harga emas memulai pekan lalu dengan menguji resistensi di USD 2.000 per ounce. Namun, semua kebaikan itu terhapus oleh dolar AS yang terpental ke level terendahnya.

Melansir dari laman Kitco.com, Senin (7/9/2020), beberapa analis mengatakan, investor memiliki harapan harga emas dapat berada di antara USD 1.920 dan resistensi di USD 2.000 per ounce. Hal ini dikarenakan bertepatan dengan momentum Hari Buruh pada Senin ini.

Harga emas mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan kerugian hampir 2 persen. Dimana harga emas berjangka Desember terakhir diperdagangkan pada USD 1.935,20 per ounce. Harga emas mengalami sedikit tekanan jual pada hari Jumat.

Hal ini setelah pasar Tenaga Kerja AS mengatakan hampir 1,4 juta pekerjaan dibuka pada bulan Agustus. Di saat yang sama, tingkat pengangguran turun menjadi 8,4 persen. Sementara upah meningkat 0,4 persen.

Bagi beberapa analis, menguatnya dolar AS baru-baru ini bukanlah kejutan yang signifikan. “Sekarang ini saatnya dolar bergerak,” kata presiden Blue Line Futures, Bill Baruch.

Sementara itu, kepala strategi komoditas di TD Securities, Bart Melek mengatakan, meskipun dolar AS memiliki ruang untuk mendorong kenaikan yang lebih tinggi, faktor fundamental yang kuat akan terus mendukung harga emas. Meski begitu, ia mengharapkan harga emas untuk terus memegang support di USD 1.920 per ounce.

“Bisakah harga emas turun di bawah USD 1.900? Itu mungkin saja, tapi menurut kami harga emas dapat bertahan dan bahkan mulai naik, ”kata Melek.

“Ini saat yang sangat tepat untuk membeli emas. Kami tidak berpikir langkah-langkah stimulus akan hilang dalam waktu dekat, jadi inflasi akan mendorong lebih tinggi dan imbal hasil obligasi riil akan turun,” sambung dia.

Kepala strategi mata uang di Forexlive.com, Adam Button mengharapkan harga emas terus berkonsolidasi karena pasar menunggu informasi lebih lanjut mengenai langkah-langkah stimulus potensial. Dia menambahkan, bahwa data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan di AS dapat membebani ekspektasi tersebut.

“Penurunan pengangguran AS membuat kecil kemungkinan Fed akan memberikan kejutan dovish bulan ini. Itu akan mempertahankan tawaran dalam dolar AS dan membatasi harga emas,” kata dia.

Ahli strategi pasar senior di DailyFX.com, Chris Vecchio turut memperkirakan harga emas akan tetap tenang karena pasar menghadapi kelesuan akhir musim panas. Namun menurutnya, investor perlu tetap fokus pada prospek jangka panjang.

“Saat ini, kami melihat banyak emas yang bergolak dan itu tidak mengherankan karena ini adalah pasar yang ramai. Tapi kita sedang memasuki periode yang biasanya bergejolak untuk pasar keuangan, dan emas berhasil dengan baik selama periode volatilitas tinggi. Saya mungkin tidak membeli emas sekarang, tapi saya pasti tidak menjualnya,” jelas dia.

Sementara peningkatan data ekonomi akan memberikan beberapa dukungan untuk dolar AS, sebagian besar analis memperingatkan investor untuk memperhatikan faktor eksternal. Terutama pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa yang akan diadakan pada 10 September.

Pergerakan terbesar dolar AS minggu lalu yang membawa hari terburuk bagi harga emas, terjadi setelah anggota European Central Bank (ECB) Philip Lane mengatakan pentingnya level euro terhadap dolar AS.

Ekonom di Nomura mengatakan, mereka tidak mengharapkan ECB untuk bertindak dulu berdasarkan tekanan inflasi yang terjadi. Namun, jika ECB melakukannya, itu akan melalui langkah-langkah stimulus dan bukan penurunan suku bunga. Sebab ECB telah mendorong suku bunga ke wilayah negatif.

“Manfaat penurunan suku bunga 10bp akan membawa inflasi pada tingkat ini marjinal, meskipun dampaknya menguntungkan pada euro,” kata para ekonom.

“ECB mungkin harus berbuat lebih banyak untuk meningkatkan inflasi. Mereka pasti punya ruang untuk berbuat lebih banyak, ”kata kepala penelitian komoditas di Commerzbank, Eugen Weinberg.

Di Kanada, Bank of Canada akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter mereka pada 9 September. Beberapa ekonom mengatakan bahwa ada kemungkinan yang berkembang bahwa bank sentral akan mengikuti jejak Federal Reserve dan mengumumkan pergeseran dalam penargetan inflasi.

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

Rifan Financindo Berjangka

sumber : liputan6.com

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG