Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bursa Wall Street Berpotensi Tertekan Menghadapi Sentimen Negatif

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange shortly before the closing bell on the worst day for the market this year

Rifan Financindo Berjangka – Pasar saham AS pada Senin kemarin (18/01) libur memperingati Martin Luther King Day. Malam nanti bursa Wall Street akan kembali aktif.

Bursa Wall Street ditutup turun tajam lebih dari 2% pada penutupan perdagangan akhir pekan , Sabtu dinihari (16/01), tertekan data ekonomi AS yang mengecewakan, merosotnya harga minyak mentah dan negatifnya bursa Tiongkok, menambah kekuatiran akan perlambatan ekonomi global.

Penjualan ritel AS turun pada bulan Desember karena cuaca lebih hangat melemahkan pembelian?pakaian musim dingin dan bensin lebih murah membebani penerimaan di stasiun layanan, indikasi terbaru bahwa pertumbuhan ekonomi mengerem tajam pada kuartal keempat.

Data lain pada hari Jumat menunjukkan harga produsen turun bulan lalu dengan biaya energi lemah dan keuntungan sederhana dalam harga jasa.

Departemen Perdagangan mengatakan penjualan ritel merosot 0,1 persen setelah naik 0,4 persen pada November. Untuk semua tahun 2015, penjualan ritel naik 2,1 persen, pembacaan terlemah sejak 2009, setelah naik 3,9 persen pada tahun 2014.

Penjualan ritel termasuk mobil, bensin, bahan bangunan dan jasa makanan turun 0,3 persen setelah maju 0,5 persen bulan sebelumnya. Ini disebut penjualan ritel inti sesuai paling dekat dengan komponen belanja konsumen dari produk domestik bruto.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 390,97 poin, atau 2,39 persen, di 15,988.08, dengan saham Intel memimpin semua konstituen yang lebih rendah.

Indeks Dow Jones kehilangan 2,19 persen untuk seminggu. Saham DuPont adalah penurun?terbesar pada minggu ini, sementara saham Exxon Mobil adalah pemain terbaik. Indeks turun 8,25 persen untuk tahunan sejauh ini.

Indeks S & P 500 ditutup turun 41,55 poin, atau 2,16 persen, pada 1,880.29, dengan sektor keuangan memimpin semua 10 sektor yang lebih rendah.

Indeks jatuh 2,17 persen untuk minggu ini, dengan sektor material?pemain terburuk dan hanya sektir utilitas yang positif. Indeks?S & P turun 8 persen untuk tahunan sejauh ini.

Indeks Nasdaq ditutup turun 126,59 poin, atau 2,74 persen, ke 4,488.42.

Nasdaq kehilangan 3,34 persen untuk minggu ini, dengan saham Apple naik 0,18 persen untuk seminggu tetapi iShares Nasdaq Bioteknologi ETF (IBB) turun hampir 6 persen. Indeks turun 10,36 persen secara tahunan.

Malam nanti bursa Wall Street akan aktif kembali dengan mencermati beberapa data penting.

Pergerakan harga minyak mentah

Harga minyak merosot ke posisi terendah tahun 2003 di sekitar?28 per barel pada penutupan perdagangan Selasa dinihari (19/01) dengan?pasar mengantisipasi kenaikan ekspor Iran setelah pencabutan sanksi terhadap Iran?akhir pekan lalu.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 48 sen ke $ 28,94 per barel, tidak jauh dari posisi?rendah 2003 pada?$ 28,36 yang dicapai?di awal sesi., di tengah volume perdagangan yang tipis ksrena?pasar AS tutup untuk libur Martin Luther King Day.

Kekhawatiran tentang kembalinya Iran ke pasar minyak yang?menambah?kelebihan pasokan minyak mentah Brent membuat minyak mentah Brent berada pada posisi $ 27,67 per barel pada Senin pagi, Ini merupakan posisi?terendah sejak 2003 turun 29 sen ke $ 28,64 pada?1850 GMT.

Sentimen negatif kekenyangan pasokan minyak mentah global diperkirakan akan berlanjut, ditambah dengan kekuatiran penambahan ekspor Iran, setelah sanksi Barat atas negara ini dicabut, sehingga Iran bebas menjual hasil minyak mentahnya.

Data pertumbuhan ekonomi Tiongkok

Pagi ini akan dirilis data indikator ekonomi Tiongkok yang didominasi hasil negatif.

GDP Growth Rate QoQ Q4, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 1.7%, turun dari hasil sebelumnya pada 1.8%.

GDP Growth Rate YoY Q4, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 6.8%, turun dari hasil sebelumnya pada 6.9%.

Fixed Asset Investment (YoY) Desember, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 10.2%, sama dengan hasil sebelumnya pada 10.2%.

Industrial Production (YoY) Desember, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 6.0%, turun dari hasil sebelumnya pada 6.2%.

Retail Sales (YoY) Desember, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan berada pada posisi 11.3%, naik dari hasil sebelumnya pada 11.2%.

Jika hasil negatif data Tiongkok terealisasi, maka diperkirakan akan menekan pergerakan bursa Wall Street.

Data ekonomi AS

Dari AS sendiri belum ada data yang diperkirakan kuat akan mendukung pergerakan naik bursa Wall Street. Malam nanti akan dirilis beberapa data ekonomi, salah satu yang cukup penting adalah data NAHB Housing Market Index Januari, yang diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan membukukan hasil 61, sama dengan hasil sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street terancam mengalami pelemahan dengan indikator data minyak mentah dan data ekonomi Tiongkok, yang jika alami pelemahan akan menekan bursa Wall Street.