Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bursa Wall Street Berakhir Mantap Dengan Harapan Tinggi Kenaikan Suku Bunga AS

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange in New York

Rifan Financindo Berjangka – Bursa saham Wall Street ditutup naik pada penutupan perdagangan Rabu dini hari (16/12) didorong meningkatnya harga minyak mentah dan harapan yang tinggi untuk kenaikan suku bunga AS.

Indeks saham utama rata-rata berakhir tinggi, berada di jalur untuk kenaikan lebih dari 1 persen untuk minggu ini, menjelang keputusan Federal Reserve Rabu ini.

Sektor Energi dan keuangan melonjak masing-masing lebih dari 2 persen untuk memimpin semua sektor yang positif pada indeks S&P 500.

Saham Goldman Sachs berkontribusi paling tinggi menopang indeks Dow Jones, yang ditutup sekitar 150 poin lebih tinggi setelah sebelumnya mendapatkan lebih dari 250 poin.

Sementara sebagai pemberat indeks Dow Jones adalah saham 3M, yang turun 6 persen menjadi mencapai sekitar 60 poin dari indeks. Saham jatuh setelah perusahaan menurunkan prospek pendapatan 2015.

Sedangkan indeks Nasdaq gagal bertahan di atas level psikologis 5000 tapi masih berakhir lebih tinggi, mengatasi penurunan hampir 1,8 persen saham Apple, yang jatuh menyusul berita pemasoknya Dialog Semiconductor menurunkan acuan.

Harga Minyak pulih dari mendekati tujuh tahun posisi terendah hari Senin, dengan minyak mentah WTI menetap lebih tinggi untuk hari kedua berturut-turut, naik $ 1,04, atau 2,86 persen, pada 37,35 dollar per barel. Dari posisi rendah Senin ke tinggi Selasa, harga minyak mentah WTI menguat hampir 10 persen.

Indeks Dow Transport naik hampir 1 persen dengan kenaikan saham CSX. Indeks Dow Transport turun tajam dalam perdagangan intraday Senin mencapai posisi 52 minggu rendah.

Dalam berita ekonomi, Indeks Harga Konsumen November (CPI) tidak berubah, sementara inflasi di luar pangan dan energi angka naik 0,2 persen. Dalam 12 bulan sampai November, CPI inti naik 2,0 persen, dimana analis mencatatkan hasil tersebut sesuai dengan target Fed untuk pertama kalinya sejak Mei 2014.

Yang pasti, Federal Reserve mengatakan pengukur inflasi yang direferensikan adalah PCE deflator inti, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi yang tidak termasuk makanan dan energi. Laporan terbaru menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun 1,3 persen pada Oktober.

Federal Open Market Committee akan memulai pertemuan dua hari, dan akan merilis pernyataan pasca-pertemuan Rabu waktu AS.

Bank sentral diperkirakan akan menaikkan suku bunga The Fed pada seperempat poin Rabu, sementara menekankan bahwa langkah pengetatan akan dilakukan secara bertahap. Sebuah kenaikan akan menjadi yang pertama sejak bulan Juni 2006.

Indeks dolar AS bertahan sekitar 0,6 persen lebih tinggi terhadap mata uang utama dunia, dengan euro dekat $ 1,092 dan yen di ? 121,68 terhadap greenback.

Hasil Treasury naik, dengan yield 2-tahun di 0,97 persen setelah mencapai level tertinggi dalam lebih dari seminggu, dan yield 10-tahun di dekat 2,27 persen setelah menyentuh level tertinggi dalam seminggu.

Bursa Eropa ditutup lebih tinggi Selasa, didukung oleh data registrasi mobil positif di Uni Eropa, menjelang keputusan Fed. Indeks Stoxx 600 Eropa pan naik hampir 2,9 persen.

Dalam berita ekonomi AS lainnya, indeks Empire Manufacturing untuk Desember menunjukkan minus 4,6, dibandingkan dengan November minus 10,7.

Indeks pasar perumahan NAHB memenuhi ekspektasi untuk kenaikan sedikit dengan satu poin penurunan ke 61.

Pihak asing menjual sekuritas AS jangka panjang pada bulan Oktober setelah membeli selama delapan bulan berturut-turut, demikian data dari Departemen Keuangan AS yang ditunjukkan Selasa.

Saham Baker Hughes ditutup lebih rendah dan saham Halliburton berakhir turun tertinggi setelah kedua saham kembali diperdagangkan setelah pengumuman perusahaan memperpanjang batas waktu untuk menutup merger.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 156,41 poin, atau 0,90 persen, di 17,524.91, dengan kenaikan saham Exxon Mobil, sementara saham 3M turun tertinggi.

Indeks S & P 500 ditutup naik 21,47 poin, atau 1,06 persen, pada 2,043.41, dengan kenaikan sektor energi yang memimpin semua 10 sektor yang lebih tinggi.

Indeks komposit Nasdaq ditutup naik 43,13 poin, atau 0,87 persen, pada 4,995.36.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street akan menguat dengan rencana dinaikkannya suku bunga AS dinihari nanti.