Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bursa Tiongkok Anjlok Lagi Lebih 7%, Perdagangan Dihentikan

asia

Rifan Financindo Berjangka – Mengawali perdagangan saham Kamis (07/01), saat ini bursa Saham Tiongkok dihentikan dari seluruh perdagangan setelah indeks CSI300 anjlok lebih dari 7 persen pada awal perdagangan, memicu sirkuit pemutus pasar untuk kedua kalinya minggu ini.

Pada saat penghentian perdagangan, Indeks Shanghai anjlok -245,96 poin atau -7,32% pada 3115.89.

Anjloknya kembali bursa Tiongkok dipicu kekhawatiran perlambatan ekonomi Tiongkok dengan depresiasi mata uangnya serta anjloknya harga minyak.

Indeks Shanghai anjlok 7,32 persen pada saat perdagangan dihentikan, sementara indeks Shenzhen anjlok 8,34 persen. Indeks CSI300, indeks patokan terhadap yang menentukan pemutus sirkuit baru ditetapkan, jatuh 7,21 persen. Jika indeks yang naik atau turun 5 persen, pasar menghentikan semua perdagangan selama 15 menit. Jika bergerak 7 persen, perdagangan akan ditangguhkan selama sisa hari. Secara total pada perdagangan Kamis, saham China hanya diperdagangkan sekitar 15 menit.

Sebelum perdagangan, Bank Rakyat China (PBOC) menetapkan titik tengah yuan di 6,5646 per dolar, 0,5 persen lebih lemah dari kurs tetap Rabu, penurunan terbesar sejak devaluasi dimulai pada pertengahan Agustus. Dalam perdagangan spot, pasangan dolar-yuan berada di 6,5906. Harapan yuan akan terus melemah dapat memacu arus keluar dari investasi China.

Kekuatiran perlambatan Tiongkok lebih diperparah pekan ini setelah Caixin non-manufaktur Purchasing Managers ?Index (PMI), ukuran aktivitas untuk sektor jasa, menunjukkan perlambatan laju pertumbuhan pada Rabu kemarin.

Negara ini mengalami rebalancing struktural dari manufaktur yang berorientasi ke ekonomi berorientasi layanan, sehingga pertumbuhan sektor jasa adalah tanda kunci keberhasilan. The Caixin non-manufaktur PMI untuk Desember turun menjadi 50,2, dari bulan November 51,2. Pembacaan di atas 50 menunjukkan ekspansi dalam kegiatan di sektor ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya indeks Shanghai masih berpotensi melemah dengan kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok. Stimulus yang dilakukan Pemerintah Beijing akan menjadi fokus dan jika positif, akan memberikan penguatan indeks Shanghai. Indeks akan bergerak pada kisaran Support menembus level 3076-2999 dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance pada 3245-3338.