Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bursa Saham Asia Melemah Sambut Akhir Pekan

097419100_1439171146-Bursa_Saham_Asia_9-ok

Rifan Financindo Berrjangka – Bursa saham Asia dan dolar AS merosot di awal perdagangan Jumat pekan ini. Hal itu dipicu setelah data Amerika Serikat (AS) variatif sehingga memberikan sedikit penjelasan kapan waktu untuk menaikkan suku bunga bank sentral AS atau The Federal Reserve.

Indeks saham MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun sekitar 0,3 persen, namun masih tetap di jalur penguatan mingguan sebanyak 0,7 persen. Akan tetapi indeks saham Jepang Nikkei melemah 0,8 persen.

Diikuti indeks saham Jepang Topix susut 0,3 persen, dan melanjutkan pelemahan mingguan sebanyak 1 persen. Indeks saham Australia melemah 0,1 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi sedikit berubah.

Sementara itu, bursa saham China tutup hingga 8 Oktober untuk memperingati libur nasional Golden Week. Di Amerika Serikat? mengeluarkan rilis data ekonomi Institute for Supply Management (ISM) yang menunjukkan kalau indeks aktivitas pabrik nasinal turun menjadi 50,2.

Pada Jumat waktu setempat, AS juga akan merilis data penghasilan gaji di sektor non pertanian yang diperkirakan ada penambahan jumlah tenaga kerja sekitar 203 ribu pada September.

Sejumlah rilis data ekononi ini akan menjadi petunjuk bagi pelaku pasar terhadap rencana kebijakan moneter The Fed untuk menaikkan suku bunga. Pada pertemuan di pertengahan September, The Fed menahan suku bunga di level rendah.

“Pertanyaannya akan seperti apakah mereka akan atau tidak akan? Oktober atau Desember? Mungkin tidak mudah untuk menjawabnya setelah rilis data tenaga kerja nanti,” ujar Analis ANZ Bank New Zealand Ltd, David Croy seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (2/10/2015).

Ia mengatakan, ekonomi AS memiliki kekuatan untuk mampu menahan laju suku bunga 0,25 persen, dan menaikkannya menjadi 0,5 persen.Sementara itu, di pasar keuangan, dolar turun 0,1 persen terhadap Yen menjadi 119,83. Indeks dolar terhadap enam mata uang utama juga turun 0,1 persen ke level 96,114. (Ahm/Zul)